Rehab 7 Sekolah Terancam Mangkrak, Bupati Batang : Blacklist Rekanan Jika tak Selesai

by
Bupati Batang, Wihaji.

BATANG – Rehap tujuh bangunan sekolah yang terancam mangkrak mendapat perhatian dari Bupati Batang, Wihaji. Ia minta agar rekanan yang telah memenangkan lelang untuk bekerja profesional sesuai peraturan perundang-undangan.

“Kita tunggu sampai proses pengerjaan selesai, mengingat saat ini masih ada perpanjangan waktu,” ujar Bupati Wihaji ditemui usai acara di pendopo pemkab setempat, Senin (17/01/2022).

Bupati menegaskan, pihaknya akan menunggu itikad baik dari pihak rekanan untuk menyelesaikan pekerjaan hingga masa perpanjangan selesai. Jika tidak selesai, maka pihaknya akan memblacklist penyedia jasa itu.

Wihaji berujar akan menghubungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Batang. Baginya, yang penting itu aturan jadi yang utama.

Seperti diketahui, proyek rehabilitasi tujuh bangunan sekolah negeri di Kabupaten Batang yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat tahun 2021, tidak selesai proses pengerjaannya oleh pihak rekanan.

Tujuh sekolah itu terdiri dari enam bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Yulianto membenarkan informasi tersebut. Rehabilitasi bangunan sekolah tersebut harusnya selesai pada akhir Desember lalu, namun kenyataannya pihak rekanan tidak mampu menyelesaikannya.

“Proyek itu seharusnya selesai akhir Desember, tapi belum selesai,” ungkap Yulianto pada awak media di kantornya, kemarin.

Yuliyanto menjelaskan, untuk rehabilitasi SD tahun 2021 ada enam paket yang tidak selesai. Namun pihaknya tidak menyebut proyek itu berkategori mangkrak, karena pihak rekana mengajukan permohonan perpanjangan pengerjaan.

Rincian proyek lima sekolah tersebut yaitu SDN Depok 2 (Rp510.548.651), SDN Jambangan 2 (Rp663.277.074), SDN Pejambon (Rp531.450.377), SDN Plelen 1 (Rp 528.124.663) dan SDN Wonosegoro 2 (Rp 803.077.867).

“Sedangkan untuk SDN Sidomulyo 1 yang akhir kontrak per 27 desember 2021, progres akhir tahun 61,54 persen dan sekarang 65 persen. Kontraktor dari Kabupaten Pekalongan, dengan nilai kontrak Rp 499.999.998,” beber Yulianto.

Selain rehabilitasi banguan SD, ada satu proyek bangunan yang terlambat lainnya adalah SMPN 1 Gringsing. Nilai kontraknya Rp1.550.050.550 yang dikerjakan oleh CV Semani Jaya Kartasura dengan progres 50 persen. (don)