PPP Kabupaten Pekalongan Pecah

by
AKSI - Sejumlah perwakilan PAC PPP melakukan protes dengan memasang spanduk penolakan SK DPP yang turun tidak sesuai Muscab DPC PPP kemarin.

**Sejumlah Kader Gelar Aksi Penolakan SK DPP

KAJEN – PPP Kabupaten Pekalongan pecah. Hal itu terlihat dari konflik internal DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pekalongan yang mulai mencuat dengan adanya penolakan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Bahkan, sejumlah kader pada Sabtu (15/01/2022) menggelar aksi penolakan SK yang turun sebulan lalu.

Pantauan Radar, aksi penolakan dilakukan oleh sejumlah Pangurus Anak Cabang (PAC) atas kekecewaan hasil Muscab pada Oktober 2021 lalu. Saat itu sesuai hasil Muscab ada dua kandidat yaitu H Mirza Kholik dan Hj Masudah. Keduanya saat ini menjadi anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.

Adapun hasil Muscab DPC PPP Kabupaten Pekalongan Hj Masudah mendapat dukungan terbanyak yakni 12 PAC, sedangkan H Mirza Kholik mendapat 6 dukungan PAC. Namun SK yang turun, Ketua DPC PPP Kabupaten Pekalongan Mirza Kholik. Makanya, sejumlah kader PPP Kabupaten Pekalongan protes dengan memsang spanduk.

Hal itu dibenarkan Ketua PAC PPP Kecamatan Sragi, Muhammad Nurdin, di sela sela pemasangan spanduk di Tugu Nol Kajen. Kata dia, pemasangan spanduk ini sebagai bentuk menolak hasil Muscab DPC PPP Oktober 2021. Sebab yang di SK-kan bukan susunan yang dibuat oleh formatur pemenang Muscab di Sekretariat DPC PPP.

“Pemasangan Spanduk ini adalah bentuk protes bahwa PAC PPP yang Pro Muscab menolak hasil SK dari DPP, karena bukan hasil dari susunan formatur yang menang,” katanya.

Ditegaskan, dengan protes penolakan tersebut diharapkan ke depan Ketua DPP PPP dan Sekjen bisa merubah susunan yang dibuat oleh formatur sah.