Viral Video yusuf Mansur Lantunkan Azan Sambil Duduk saat Gempa Jakarta

by
Viral Video yusuf Mansur Lantunkan Azan Sambil Duduk saat Gempa Jakarta--Instagram/@yusufmansurnew

Gempa bumi hari ini dirasakan di Jabodetabek pada Jumat 14 Januari 2022.

Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa berkekuatan magnitudo 6,7 terjadi pada pukul 16.05.41 WIB.

Diketahui sejumlah publik figur tampak merasakan getaran tersebut, salah satunya Ustaz Yusuf Mansur.

Yusuf Mansur mengabadikan guncangan itu di akun Instagram pribadinya, @yusufmansurnew, pada 14 Januari 2022.

Dalam cuitannya ia mengaku serasa ada ular yang sedang berjalan di bawah.

“Pas lagi al Kahfian, terasa sekali gempanya. Dan lama. Kayak ada uler jalan di bawah. Saya di Tebet. Berasa banget2,” tulis Yusuf Mansur.

“Ampe azan dah saya,” sambungnya.

Menurut Yusuf azan di luar salat memang boleh, hal itu tercantum dalam salah satu kitab.

“Di dalam berbagi kitab, di antaranya, di Kitab Mausu’ah al-Fiqhiyah Al-kuwaitiyah II/372, azan boleh di luar shalat,” ujarnya.

Dikutip dari PMJ NEWS, Gempa yang terjadi di Banten itu terasa hingga ke wilayah Ibu Kota, dimana berlangsung kurang lebih selama 30 detik.

Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,7 itu diinformasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dimana berada pada barat daya kabupaten Sumur, Banten.

Episentrum atau titik gempabumi di Kabupaten Sumur, Banten hari ini Jumat sore, pukul 16.05 WIB ini berada pada koordinat 7.01 Lintang Selatan – 105.26 Bujur Timur.

BMKG Jakarta menjelaskan, gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Sumur, Banten dan Kota Jakarta Hari Ini 14 Januari 2022 Pukul 16.05 WIB tidak menimbulkan potensi tsunami.

Gempa yang terjadi di Kabupaten Sumur, Banten pada 14 Januari 2022 pukul 16.05 ini dirasakan oleh sejumlah daerah di Sumur, Banten.

Antara lain, Sumur, Banten dan beberapa wilayah Jakarta Pusat hingga Tangerang dan sekitarnya.

Sebagai informasi, Skala Mercalli merupakan salah satu satuan untuk mengukur kekuatan getaran gempa bumi, terutama jika tidak terdapat peralatan seismometer di lokasi kejadian.

Pada skala II, getaran gempa dirasakan hanya beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Sedangkan, dalam skala III, getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Bahkan getarannya seakan-akan ada truk yang melintas.

Adapun skala IV, pada siang hari getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela-pintu berderik, dan tembok berbunyi. (fin)