Masih Ditemukan Orangtua Murid yang Tolak Vaksinasi Anak

by
Murid SDN Proyonanggan 5 Batang mengikuti vaksinasi anak yang digelar disekolah.

BATANG – Vaksinasi anak usia 6-11 tahun sudah mulai dilakukan di Kabupaten Batang. Namun, ternyata masih ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk disuntik vaksin, meskipun jumlahnya tidak banyak.

“Masih ada satu dua orang tua yang tidak mengizinkan anaknya Divaksinasi Covid-19. Atas kondisi tersebut, kita akan lakukan pendekatan terkait alasannya apakah ada riwayat penyakit atau ada sesuatu,” ungkap Bupati Batang, Wihaji di SD Negeri Proyonanggan 05, kecamatan Batang, Jumat (14/01/2022).

Bupati Wihaji menegaskan, bahwa vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 aman. Hal itu didasarkan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan efek dari vaksinasi anak.

Karena itulah, Bupati meminta pihak sekolah atau tenaga kesehatan untuk meyakinkan orangtua yang menolak anaknya divaksinasi. Mengingat hal itu dilakukan guna menyelamatkan anak dan masa depan bangsa.

“Ini hari kelima. Lumayan percepatannya karena mobilisasi ya enak, karena satuan pendidikan. Untuk capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Batang sendiri sudah mencapai 26,3 persen. Sedangkan total target vaksinasi anak Kabupaten Batang mencapai 74 ribu,” jelas Wihaji.

Wihaji sendiri menargetkan vaksinasi anak usia 6-11 tahun selesai dalam waktu maksimal tiga Minggu.

Sementara itu, Kepala SDN Proyonanggan 05, Ghonimah menyebut ada sekitar lima orang tua yang sempat menolak. Setelah melakukan pendekatan, mayoritas orangtua siswa setuju anaknya divaksin.

“Ada yang sudah mau tapi anaknya pas sakit. Yang pasti, kalau ada anak yang menyusul vaksin, kami sudah bekerjasama dengan Puskesmas Batang 1. Untuk SDN Proyonanggan 5 sendiri jumlah anak yang divaksinasi 290-an, dan berjalan lancar,” tandas Ghonimah. (don)