30 Tahun Berdiri, Pabrik Indratex Tutup

by
MINTA KEJELASAN PESANGON - Paska pihak manajemen menyatakan pabrik ditutup, karyawan PT Indratex meminta kejelasan pesangonnya dalam pertemuan bipartit, kemarin.

**Pekerja Tuntut Kejelasan Pesangon

TIRTO – Setelah 30 tahun berdiri, pabrik tekstil finishing PT Indratex di Tirto, Kabupaten Pekalongan akhirnya tumbang. Ratusan pekerjanya pun menuntut kejelasan hak-haknya dalam pertemuan bipartit, Kamis (13/1/2022).

Ketua DPC SPN Kabupaten Pekalongan, Ali Sholeh, mengatakan, manajemen PT Indratex di akhir Desember 2021 menyatakan pabrik sudah resmi tutup. Manajemen minta waktu tiga bulan untuk menjual pabrik. Jika tiga bulan belum laku, maka akan diserahkan ke bank untuk menjualnya.

“Kami secara aturan melakukan perundingan bipartit yang pertama. Intinya menanyakan kalau pabrik tutup pesangon kami berapa dan akan diterimakan kapan. Intinya minta kejelasan,” ungkap Ali Sholeh.

Disebutkan, total karyawan di pabrik ini ada 100 orang. Pabrik itu mulai beroperasi sejak tahun 1992. “Ini pabrik jasa finishing. Alasan pabrik ditutup karena kondisi finansialnya,” terang dia.

Dikatakan, banyak karyawan di pabrik itu yang masuk usia pensiun. Maka karyawan yang masuk usia pensiun atau usia 58 tahun agar dimasukan pensiun. Sisanya dihitung satu kali peraturan menteri tenaga kerja. “Karena perusahaan sampai saat ini belum bisa menunjukkan bukti pailit. Kalau bukti pailit bisa ditunjukkan lewat akuntan publik itu setengahnya,” terang dia.

Ditambahkan, manajemen mengikuti perundingan itu melalui video call karena ada di Bandung, ada kesepakatan pihaknya akan kirim berkas pesangon ke manajemen untuk dipelajari. “Hari Sabtu nanti rencana kita ketemu kembali,” imbuh dia. (had)