Disuntik Vaksin, Siswa MI Ini Minta Digendong Pak Polisi

by
DIGENDONG - Seorang siswa MI 01 Kauman, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan minta digendong Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Junaedi saat disuntik vaksin Covid-19 di sekolahnya dalam program Vaksin Merdeka Anak oleh Polres Pekalongan Kota, Kamis (13/1/2022). Istimewa

KOTA – Hal unik dan lucu sering terjadi saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun di sekolah-sekolah jenjang SD/sederajat. Banyak dari siswa yang tanpa rasa takut sama sekali untuk disuntik.

Namun tak sedikit pula yang takut dengan jarum suntik dan khawatir jika suntikan vaksin tersebut akan menimbulkan rasa sakit.

Sebagaimana yang terjadi di MI 01 Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan pada Kamis (13/1/2022) pagi. Ada seorang siswa kelas 1 bernama Diki Saputro (7) yang minta digendong oleh Bapak Polisi yang memantau kegiatan Vaksinasi Merdeka Anak di situ dengan alasan supaya tidak sakit ketika disuntik.

Selain minta digendong, anak tersebut juga mengalihkan pandangannya dari jarum suntik. Setelah disuntik, anak itupun tersenyum lebar. “Ternyata tidak sakit,” ujarnya.

Personel polisi yang menggendong tak lain adalah Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Junaedi SH. “Ini sangat unik, ada anak yang mengalihkan pandangan jarum suntik dan minta digendong saat disuntik vaksin Covid-19 jenis Sinovac,” ungkap Kompol Junaedi.

Kapolsek Kompol Junaedi menambahkan bahwa target sasaran yang divaksin di MI 01 Kauman hari ini sejumlah 650 anak.

Menurutnya, vaksinasi tersebut penting dilakukan sebagai upaya membentuk kekebalan tubuh dari virus Corona. Apalagi saat ini PTM sudah dimulai.

Dia mengatakan, vaksinasi anak tersebut basisnya tetap di sekolah. Petugas medis dari Sie Dokkes Polres Pekalongan Kota datang ke lokasi sekolah dan memberikan vaksin bagi anak-anak.

“Pelaksanaan vaksinasi basisnya tetap di sekolah dulu. Nanti bagi anak-anak yang belum divaksin karena terkendala sakit dan lainnya nantinya akan diarahkan ke puskesmas untuk mendapat vaksin,” imbuh Kompol Junaedi.

Untuk menghindari terjadinya kerumunan dan mencegah penyebaran Covid-19, pelaksanaan vaksinasi berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. “Ini merupakan wujud transformasi Polri yang presisi mendukung percepatan penanganan Covid-19 untuk mewujudkan masyarakat sehat dan pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia maju,” jelasnya.

Kompol Junaedi mengingatkan, di tengah pandemi saat ini pihaknya meminta agar para siswa dan guru tetap menerapkan protokol kesehatan berupa 5 M saat pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, kendati saat ini vaksinasi anak sudah dilakukan.

Selain itu, ia juga berharap agar pengawasan ekstra dari guru saat PTM dilakukan untuk anak-anak, terlebih lagi anak kecil biasanya mudah melakukan kontak fisik dengan temannya.

“Jadi protokol kesehatan 5 M ini harus tetap dijalankan. Ini tidak bisa ditawar. Agar PTM yang berjalan ini lancar dan tidak terjadi penularan Covid-19,” kata Junaedi. (way)