Ditabrak Mobil, Mbah Takisah 10 Tahun Hanya Bisa Berbaring di Kasur

by
Bupati Wihaji menggelar kegiatan tilik warga dengan mendatangi Mbah Takisah yang mengalami kelumpuhan akibat ditabrak mobil.

BATANG – Mbah Takisah (70) warga Dusun Sikijing, Desa Siwatu, Kecamatan Wonotunggal, kini hanya bisa terbaring di kasur saja. Kecelakaan yang terjadi pada 10 tahun lalu membuatnya mengalami kelumpuhan, sehingga tidak bisa beraktivitas lagi.

Praktis, saat ini segala kebutuhan Mbah Takisah harus dibantu oleh anaknya. Sedangkan suaminya, kini sudah pisah ranjang dan kini tinggal di desa lain.

Mendapat informasi tersebut, Bupati Batang, Wihaji langsung mendatanginya. “Hari ini dapat curhatan dari warga terkait nasib Mbah Takisah yang mengalami kelumpuhan setelah mengalami kecelakaan 10 tahun lalu. Karena itu kami tiliki (jenguk),” ujarnya di Desa Siwatu, Kamis (13/1).

Pada kunjungan tersebut, Bupati mengetahui jika administrasi kependudukan Takisah masih model lama. Wihaji meminta pihak kelurahan segera berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) agar bisa terintegrasi.

“Untuk pihak desa, saya minta agar bisa membantu Mbah Takisah supaya bisa mempunyai BPJS Kesehatan. Sehingga, jika berobat, bisa tertangani tanpa bayar. Dan untuk pihak puskesmas saya minta untuk mengecek kesehatannya, karena ini kan sudah 10 tahun ya. Lalu dimasukkan juga pada program BLT 2022,” jelas Wihaji.

Sementara itu, Kasriyah (40) anak Takisah mengisahkan, ibunya mengalami kecelakaan pada 2012 lalu. Sebuah mobil yang dikendarai warga Pekongan menabraknya.

“Saat itu, ibu sedang menyeberang jalan menuju gang rumah dan kemudian ditabrak mobil. Setelah itu sempat dirawat selama 23 hari di rumah sakit, lalu penabrak hingga saat ini tidak tahu kemana. Tidak ada kabarnya. Dan ibu sendiri saat ini mengalami kelumpuhan,” beber Kasriyah.

Kasriyah menambahkan, kebutuhan ibunya tiap hari banyak untuk makan dan popok. “Kami sangat berterimakasih pada pak Bupati yang telah datang dan memberikan bantuan,” tandas Kasriyah. (don)