Keluarga dan Lingkungan Harus Hadir

by
Kasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dinkes, Sudaryanto.

“Kalau di Pekalongan ini memang banyak sekali permasalahan-permasalahan pemicunya. Misalnya faktor ekonomi, rumah tangga, dan kalau anak remaja itu hubungan percintaan, dan sebagainya. Ini bisa menjadi pemicu dari gangguan jiwa,” kata dia.

Apakah penderita gangguan jiwa bisa sembuh?. Ia mengatakan, secara teori, 30% gangguan jiwa tidak bisa disembuh, 30% bisa sembuh dengan obat atau sembuh sosial, dan 30 persen bisa sembuh tanpa obat. “Untuk pasien-pasien dengan gangguan jiwa berat seperti skizofrenia ini memang prosentase untuk sembuhnya memang sembuh sosial jadi sembuh dengan obat. Artinya bisa terkendali dengan mengonsumsi obat secara terus menerus,” ujar dia.

Ia menyatakan, stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa masih sangat buruk. ODGJ dianggap sebagai sampah masyarakat. Tidak produktif dan lain sebagainya. Padahal ODGJ jika diterapi dengan benar, tepat, dan sesuai dengan anjuran dokter bisa membaik seperti orang pada umumnya. “Bisa bekerja, bisa melakukan tugas-tugasnya. Kalau ibu rumah tangga bisa menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Kalau seorang pegawai dia bisa bekerja,” ungkap dia.

Stigma-stigma buruk terhadap ODGJ, tandasnya, harus dihilangkan. Sehingga harapannya kalau stigma yang buruk ini bisa berkurang maka penatalaksanaan gangguan jiwa ini bisa dilakukan dengan baik, tepat, dan benar. “Orang dengan gangguan jiwa bisa diproduktifkan dengan catatan pengobatannya harus tepat dan benar,” tandas dia.(had)