Keluarga dan Lingkungan Harus Hadir

oleh -
Kasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dinkes, Sudaryanto.

*Fenomena ODGJ Ngamuk Hingga Bundir

WIRADESA – Kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau ada bibit penyakit kejiwaan yang mengakhiri hidupnya dengan terjun ke sungai akhir-akhir ini mencuat di Kabupaten Pekalongan. ODGJ kambuh hingga lukai orang lain juga terjadi di Kota Santri.

Kasus terbaru yang gemparkan warga Desa/Kecamatan Wiradesa adalah pembacokan oleh L (40). L selama 10 tahun ini memiliki riwayat ODGJ. Korbannya seorang tukang pijat bernama Ahmad Wahidin (45), warga setempat. Korban menjalani perawatan di RSUD Kraton akibat alami luka di leher bagian belakang.

Kasus dugaan bunuh diri dengan terjun ke sungai yang terbaru terjadi pada akhir tahun 2021 lalu. Seorang pria paruhbaya yang diindikasikan alami depresi diduga nyebur ke Sungai Sragi. Jasad korban berinisial C (50) ini ditemukan di awal tahun baru 2022.

Sebelumnya dua orang pria yang miliki riwayat gangguan jiwa juga terjun ke sungai besar di Kabupaten Pekalongan. Salah satunya pemuda berinisial KM (31). Pemuda ODGJ dari Kecamatan Wiradesa ini masih menjalani rawat jalan di RS Djunaid. Ia meninggal setelah terjun ke Sungai Pait pada Oktober 2021.

Kasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dinkes, Sudaryanto, Selasa (11/1/2022), dimintai tanggapannya atas kasus ODGJ diduga bunuh diri hingga mengamuk, menyatakan, penyakit orang dengan gangguan jiwa itu bersifat khusus. Tidak bisa disamakan dengan penyakit umum. “Tentunya ini yang menjadikan semua pihak harus terlibat. Tidak hanya Dinas Kesehatan,” tandas dia.

Semuanya harus terlibat, terutama dari pihak keluarga. Ini yang harus dioptimalkan. “Karena selama ini menurut pengamatan kita, dari beberapa kasus yang ada dan kita tanya teman-teman programer di Puskesmas itu dan juga hasil pertanyaan dengan keluarga, rata-rata kambuhnya pasien itu karena keluarga belum mau menerima kehadirannya,” lanjut dia.