Pandemi, Pembuatan Paspor Tetap Ramai

by
AMBIL PASPOR - Proses pengambilan foto pasport di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Batang.

Dijelaskan Anas, bagi masyarakat yang ingin membuat paspor, maka biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat sebesar Rp350 ribu. Biaya itu berlaku bagi pembuatan paspor untuk kepentingan ibadah umrah maupun bekerja ke luar negeri.

Ia mengimbau, bagi masyarakat Kabupaten Batang, Pekalongan dan sekitarnya, apabila akan membuat paspor baru, sebaiknya persiapkan persyaratan yang diperlukan secara lengkap. “Lengkapi data-data yang diperlukan, seperti KTP, KK dan Akta Kelahiran atau Surat Nikah,” tegasnya.

Meningkatnya jumlah pemohon paspor juga dipicu dengan dibukanya kembali kran ibadah umrah ke tanah suci Mekah. Seperti diceritakan Murtiningrum, warga Tersono. Ia mengajukan pembuatan paspor untuk syarat ibadah umrah.

“Paspor ini akan saya gunakan untuk berangkat umrah awal bulan Februari mendatang. Mudah-mudahan virus corona sudah selesai, terus ketika kami berangkat dimudahkan oleh Allah SWT,” harapnya.

Ia menerangkan, sebelum berangkat umrah ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, yakni membuat paspor, dan persyaratan data kependudukan harus terpenuhi. “Untuk besaran biaya umrah Rp30 juta dan biaya tambahan untuk karantina dan swab antigen masih belum ada kepastian,” ujar dia.

Ia memasrahkan semuanya kepada Allah karena niatnya semata-mata hanya untuk beribadah. “Untuk bisa berangkat ke Tanah Suci semuanya juga karena panggilan dari Allah. Adapun terkait munculnya Omicron, itu sudah diurus sama pemerintah. Semoga saja waktu berangkat ke Mekkah tidak perlu ada karantina dan lainnya, sehingga lebih mudah segalanya,” imbuhnya. (fel)