Pembangunan Islamic Canter Tahap II, Pemkab Batang Siapkan Rp 13,67 Miliar

by
Pembangunan Islamic Canter Batang saat ini tinggal mengerjakan finishing saja. Istimewa

BATANG – Pembangunan Islamic Canter Batang, tahun ini akan kembali dilanjutkan. Untuk pembangunan tahap II, pihak Pemkab telah menganggarkan anggaran sebesar Rp13,67 miliar, dan pengerjaanya direncanaka dimulai pada Juni 2022 mendatang.

Disisi lain, meskipun pembangunan tahap I mengalami keterlambatan, namun pihak Pemkab optimis akan dapat selesai pada bulan ini.

“Untuk pembangunan tahap II, saat ini kami sedang persiapan lelang manajemen konsultan(MK). Selanjutnya baru dilakukan lelang fisik,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Nursito pada awak media di kantornya, kemarin.

Nurseti memperkirakan lelang fisik pembangunan Islamic Canter tahap II akan dilakukan pada April 2022. Sehingga diharapkan pada Juni mendatang pembangunan fisik sudah bisa mulai dilakukan.

“Untuk pembangunan proyek Islamic Center tahap II meliputi bangunan utama (kelengkapan fasilitas), masjid, aula, penginapan atau asrama dan lainnya. Sesuai perencanaan kami, masih perlu penambahan pembangunan setelah tahap II,” jelas Nurseto.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk rencana awal pembangunan Islamic Center mencapai lebih dari Rp 35 miliar. Nilai pembangunan di dua tahap masih jauh dari rencana awal, sehingga perlu adanya penambahan.

Kepala Bidang Tabaling, DPUPR, Danang Purwanto menambahkan, untuk pembangunan tahap pertama baru mencapai 85 persen. Namun untuk struktur inti bangunan sudah selesai. Sisa 15 persen berkaitan dengan finishing semisal pemasangan keramik hingga plafon.

Danang memperkirakan proyek Isamic Center tahap I selesai sekitar tanggal 20-25 Januari. Menurut pengalamannya, para kontraktor tidak mau menjalani keterlambatan lebih dari 30 hari.

“Untuk pembangunan, mereka sudah lembur dan jumlah Personel sudah 80 orang. Untuk keterlambatan pembangunan, pihak rekanan diberi waktu tambahan 50 hari. Tiap hari, pelaksana proyek didenda seperseribu dari nilai kontrak,” tandas Danang. (don)