Berharap Diobati, Keluarga Ini Tak Makamkam Jenazah Anaknya Berhari-hari

by
Jenazah SA sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga. Istimewa/rmoljateng

Peristiwa penundaan pemakaman jenazah bocah berinisial SA (14) terjadi di Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Selama berhari-hari, pihak keluarga belum memakamkan jenazah.

Hal itu membuat Kapolsek Moga AKP Dibyo Suryanto, Forkopimca dan tokoh masyarakat Kecamatan Moga menemui keluarga. Mereka membujuk agar keluarga segera memakamkan jenazah itu.

“Kami menerima laporan dari perangkat desa pada Minggu (9/1), ada warga yang belum memakamkan anaknya (berhari-hari),” kata Kapolsek Moga, AKP Dibyo Suryanto, saat dihubungi, Selasa (11/1) sore.

Ia mengatakan, para tokoh masyarakat berupaya memberi pengertian pada keluarga. Adapun alasan keluarga belum memakamkan karena masih berharap sang anak diobati.

Melalui pendekatan persuasif, kedua orang tua SA mengijinkan petugas untuk melakukan pemeriksaan secara medis. Hasilnya, SA telah meninggal dunia beberapa hari dikarenakan penyakit TB Paru.

Hasil pemeriksaan itu akhirnya membuka mata pihak keluarga. Hingga akhirnya pada Minggu (9/9) malam pihak keluarga sudah menerima peristiwa ini sebagai musibah.

“Akhirnya jenazah SA dimakamkan, dan pihak keluarga sudah menerima,” tuturnya. (rmoljateng)