Masih Pandemi, LPG Non Subsidi Naik

by -
KELUHKAN - Pengusaha rumah makan dan cafe di Kendal mengeluhkan tingginya harga isi ulang non subsidi.

Dengan adanya kenaikan harga gas non subsidi, jelas Aditya, untuk sementara pihaknya belum bisa menaikkan harga makanan/minuman ataupun mengurangi porsi. Sebab dirinya khawatir pilihan itu juga akan dikeluhkan pelanggan, sehingga omzet bisa berkurang. “Harga hidangan tidak berani menaikkan, bertahan dulu lah, meski berdampak pada hasil pendapatan,” ungkapnya.

Dalam kondisi ekonomi yang belum pulih akibat pandemi Covid-19, Aditya menyebut kebijakan pemerintah menaikkan harga LPG non subsidi sebagai tidak sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional. Terlebih sebagian besar masyarakat juga tengah berupaya mengurangi pengeluaran untuk bisa bertahan di tengah pandemi. (lid)