Catat Ini, Jangan Mencuci Motor Saat Kondisi Mesin Panas, Ini Dampaknya

by
Pada intinya saat mencuci minimalkan ketiga komponen tersebut terkena air secara langsung, dan sebelum menyalakan kendaraan sebelum dicuci keringkan dan basuh dengan lap kering pada kompenen vital tersebut.. (Ilustrasi/jawapos)

Mencuci motor saat musim hujan seperti saat ini memang tindakan yang wajib.

Bukan hanya bodi kinclong, tetapi juga merawat agar perfoma bodi tetap prima saat dikendarai.

Namun, saat hendak mencuci motor jangan pernah dilakukan ketika mesin masih panas atau baru saja dikendarai.

Dikutip dari situs Federal Oil, Senin (3/1), memang dengan jarak waktu sibuk, membuat pemilik menjadi kurang memperhatikan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pencucian.

Umumnya, setelah melakukan perjalanan jauh, pengendara akan mampir ke tempat cucian umum yang ada di pinggir jalan untuk mencuci motornya.

Saat tiba di lokasi pencucian, motor biasanya akan langsung dibilas, padahal mesin masih dalam kondisi panas.

Kebiasaan seperti itu sebaiknya segera dihentikan karena memiliki efek buruk pada sepeda motor.

Saat besi panas langsung terkena air dingin, akan terjadi perubahan suhu yang drastis.

Kalau itu dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang, berisiko berefek negatif.

Salah satu risikonya ialah blok mesin motor retak karena melakukan pencucian saat mesin masih dalam kondisi panas.

Efek buruk lain yang mungkin muncul ialah leher pipa knalpot berlapis krom bisa berubah warna menjadi kekuningan.

Karena ituah disarankan, saat kondisi suhu mesin masih panas, kasih jeda waktu 5 sampai 10 menit sebelum dicuci.

Waktu yang tidak lama itu sudah bisa membuat kondisi mesin dan komponen di dalamnya istirahat sejenak sebelum akhirnya nanti terguyur air yang memiliki perbedaan suhu drastis.

Ini akan membantu mengurangi risiko terjadi kerusakan yang tidak dinginkan. (ddy/jpnn)