Peternak Kecil Kian Kelimpungan

by
PAKAN NAIK - Peternak bebek skala kecil kelimpungan dengan naiknya harga pakan bebek. Padahal, produktivitas telur turun dan harganya tak naik. Foto: Hadi Waluyo.

*Pakan Mahal, Harga Telur Bebek Masih Ajeg

KARANGANYAR – Di tengah gempuran naiknya harga sejumlah komoditas, nasib peternak bebek skala kecil kian memprihatinkan. Sebab sementara harga pakan naik dan cenderung langka di pasaran, harga telur bebek justru masih ajeg.

Purwanto (40), peternak dari Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kamis (6/1/2022), mengeluhkan sulitnya mencari pakan bebek. Harganya pun naik. Namun harga telurnya masih tetap tidak mengalami kenaikan.

Di sisi lain, produktivitas telur saat musim hujan ini turun drastis. Tak pelak, banyak peternak kecil yang merugi. Mereka terpaksa ‘tombok’ untuk bisa beli pakan dan konsentrat.

“Harga telur bebek di tingkat peternak kecil seperti saya hanya Rp 1800 perbutirnya. Masih utuh. Padahal, harga pakan naik, dan sulit nyarinya,” keluh dia.

Dikatakan Purwanto, peternak bebek skala kecil seperti dirinya banyak menggunakan bekatul dan loyang (nasi aking) untuk pakan bebeknya. Saat musim hujan dan musim tanam seperti saat ini, bekatul dan loyang sulit ditemui.

“Harga bekatul sekarang Rp 3.500 hingga Rp 4.000 perkilogram. Harga loyang Rp 4.000 hingga Rp 5.000 perkilo. Untuk konsentratnya Rp 9.500 hingga Rp 10.000. Itu juga sulit nyarinya untuk katul dan loyang,” keluh dia.

Abas (55), peternak lainnya, juga mengeluh serupa. Ia memiliki 40 ekor bebek. Saat ini, tiap hari bebek yang bertelur hanya sekitar 10 sampai 15 butir saja. Itu tak akan cukup untuk membeli pakan dan konsentrat petelur.

“Saya akhirnya pakai singkong untuk pakannya karena lebih murah. Katul dan loyang mahal. Konsentrat pun tak bisa rutin dibeli. Akhirnya bebek ndak bertelur,” keluhnya. (had)