Polsek Tidak Boleh Menolak Aduan Masyarakat

by -
PAKTA INTEGRITAS - Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi dan para Kabag, Kasat, Kapolsek, serta Kasi menandatangani Pakta Integritas penggunaan DIPA 2022 dalam acara sosialisasi DIPA di aula mapolres setempat, Rabu (5/1/2022).

*Meski Tak Tangani Penyidikan

KOTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah mengeluarkan kebijakan bahwa saat ini jajaran Polsek tidak lagi menangani penyidikan perkara. Meski demikian, jajaran Polsek tidak boleh menolak apabila ada aduan atau laporan dari masyarakat.

Demikian ditegaskan Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi, saat acara Sosialisasi DIPA Tahun Anggaran 2022 dan Penandatanganan Pakta Integritas Polres Pekalongan Kota di aula mapolres setempat, Rabu (5/1/2022). Kegiatan ini diikuti para kabag, kasat, kapolsek jajaran Polres Pekalongan Kota, dihadiri pula Kepala KPPN Pekalongan Pudji Ardi Susatyo Achmadi dan perwakilan media.

“Jajaran Polsek tidak boleh menolak yg namanya aduan dari masyarakat. Apapun itu bentuknya, tolong laporan itu, aduan itu diterima. Silakan dari Polsek bisa melakukan penyelidikan awal. Itupun nanti bisa diajukan anggarannya untuk penyelidikan,” tegas Kapolres AKBP Wahyu.

Mengenai dilakukannya sosialisasi DIPA, AKBP Wahyu mengungkapkan bahwa itu sebagai bentuk transparansi atau keterbukaan kepada publik. “Tujuannya agar terbuka, disampaikan ke masyarakat. Anggaran kita berapa, kita sampaikan ke masyarakat,” ujarnya.

Kapolres menuturkan bahwa anggaran yang diterima Polres Pekalongan Kota untuk tahun 2022 sedikit mengalami penurunan dibandingkan tahun 2021. Tahun 2022, anggaran yang diterima sebesar Rp53 miliar. Sedangkan 2021 anggaran yang diterima sebesar Rp55,9 miliar. “Penurunan terjadi pada item belanja barang. Cuma selisih sekitar 300 juta sampai 400 juta dibanding tahun sebelumnya,” bebernya.