PTM 100% di Kendal Dibatasi 4 Jam

by
BERI KETERANGAN - Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, memberi keterangan terkait pelaksanaan PTM 100 persen bagi jenjang SD, SMP, pendidikan non formal hingga jenjang PAUD.

*Masih Uji Coba, Dua Pekan Akan Dievaluasi

KENDAL – Kegiatan belajar mengajar pada semester genap untuk satuan pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Pendidikan Non Formal serta jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Kendal, menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Namun, sifatnya masih tahapan uji coba selama dua pekan.

“PTM 100 persen di semester genap kegiatan belajar mengajar sudah dimulai hari pertama masuk sekolah tanggal 3 Januari 2022. Dasarnya adalah SKB Empat Menteri,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, Selasa (4/1/2022).

Wahyu mengungkapkan, isi SKB Empat Menteri tersebut adalah bahwa wilayah yang memiliki capaian vaksinasi untuk lansia di atas 50 persen, guru dan tenaga kependidikan di atas 80 persen dan memiliki zona risiko PPKM Level 1 itu dapat melaksanakan PTM 100 persen. Namun untuk lama pembelajaran, Pemkab Kendal belum memberlakukan sesuai dengan apa yang menjadi ketentuan SKB Empat Menteri. Karena penerapan PTM 100 persen masih dalam tahapan uji coba.

“PTM 100 persen masih bersifat uji coba selama dua pekan. Untuk jam pembelajaran di SKB 6 jam. Namun, selama dua pekan ini kami laksanakan 4 jam lama pembelajaran. Setelah itu akan kami evaluasi hasilnya. Jika baik, kami tingkatkan pembajaranya,” ungkapnya.

Wahyu menyatakan, berdasar prosentase satuan pendidikan yang mendapatkan izin dan telah memenuhi syarat-syarat untuk menggelar PTM 100 persen untuk jenjang SD dan SMP serta pendidikan non formal mencapai 100 persen. Sedangkan untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) sebanyak 98 persen.

“Satu kelas berisi 100 persen siswa. Misal, SD maksimal dalam satu kelas 28 peserta didik, dan SMP 32 peserta didik. Ini dapat diisi maksimum. Sekolah yang gelar PTM 100 persen, yakni 575 SD (100%), 108 SMP (100%) dan 21 Pendidikan Non Formal (100%). Sedangkan untuk jenjang PAUD 98 persen,” jelasnya mengakhiri. (lid)