Kontraktor Islamic Center Didenda Rp11 Juta Per Hari

by
PERPANJANGAN - Setelah gagal menyelesaikan pekerjaan sampai akhir masa kontrak, pelaksana proyek Islamic Center mendapat kesempatan perpanjangan dengan denda Rp 11,9 juta per harinya.

*Sampai Akhir Kontrak, Realisasi Pekerjaan Baru 80%

BATANG – Bupati Batang Wihaji mengakui proyek pembangunan Islamic Center Batang terlambat. Sebab, hingga akhir masa kontrak yaitu 30 Desember 2021, proyek miliaran rupiah itu belum selesai. Karena itu, penyedia jasa diberi kesempatan perpanjangan maksimal 50 hari kalender dengan ketentuan denda setiap harinya senilai seperseribu dari nilai kontrak.

“(Proyek) Islami Center terlambat sedikit, tapi masih terpantau. Dulu kan jauh ini (progres dan target), sekarang sudah mepet,” kata Bupati Batang, Wihaji saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (30/12/2021).

Menurut dia, pihaknya sudah meminta pelaksana proyek mengejar ketertinggalan. Lalu meminta pelaksana menambah pekerja dan lembur. Wihaji berharap pekerjaan tidak molor dan bisa sesuai waktu. Tapi jika molor, harus menanggung risiko denda. “Pembangunan Islamic Center menggunakan uang rakyat. Maka bagaimanapun harus selesai,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Bangunan dan Lingkungan (Tabaling) DPUPR Kabupaten Batang, Danang Purwanto menerangkan, hingga akhir masa kontrak normal, yakni 30 Desember 2021 kemarin, kontraktor hanya mampu menyelesaikan volume pekerjaan 80 persen. Meski demikian, pihaknya hanya membayar 75 persen dari total realisasi pekerjaan.

Karena pekerjaan belum selesai sampai akhir kontrak, penyedia jasa memutuskan meminta kesempatan perpanjangan, meski dengan konsekuensi menabrak tahun anggaran. Menurut Danang, kontraktor masih menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan, meski sesuai aturan harus menanggung denda sebesar 1/1.000 dari nilai kontrak per hari.

Dengan hitungan tersebut, maka besaran denda yang harus dibayarkan kontraktor mencapai Rp 11,9 juta per hari, terhitung mulai 31 Desember 2021 atau hari ini. “Kontraktor menargetkan bisa mengejar ketertinggalan dalam 10 hari. Tapi kami perkirakan antara 20 hari hingga 30 hari,” jelasnya.

Seperti diketahui proyek pembangunan Islamic Center sendiri menghabiskan uang APBD sebasar Rp Rp11,9 miliar. Di mana CV Putra Mandiri dari Semarang yang memenangkan lelang proyek ikonik tersebut. (fel)