Saf Salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Kembali Renggang

by
Jemaah melakukan Tawaf al-Ifada, pada puncak peziarahan haji tahunan di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, Arab Saudi. Merebaknya Virus Corona, berdampak pada penghentian sementara ibadah Umrah, dan ini pun dikhawatirkan menghalangi tahapan ibadah Haji musim 2020. (FiN)

Pemerintah Arab Saudi kembali menerapkan pembatasan sosial pandemi Covid-19 di seluruh negeri, termasuk saf salat jarak di Masjidil Haram, Mekkah, dan Masjid Nabawi, Madinah.

“Kami akan menerapkan kembali “persyaratan jarak sosial antara jamaah dan peziarah” di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,” demikian keterangan pihak berwenang Saudi seperti dikutip AFP, Jumat (31/12/2021).

Kebijakan tersebut, rencananya dikeluarkan Presidensi Urusan Umum Dua Masjid Suci yang dipumpun Syeikh As-Sudais pada Rabu (29/12/2021) dan berlaku mulai hari ini.

“Jaga jarak akan diterapkan antar-jemaah, pemasangan kembali karpet yang sesuai, dan pengaturan jemaah di jalur Tawaf, sebagai tindakan pencegahan demi menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah,” ujarnya.

Selain menjaga jarak, seluruh jemaah dan pekerja di dua masjid utama umat Muslim itu diwajibkan mematuhi protokol kesehatan lainnya seperti memakai masker, mematuhi jadwal umrah dan salat sesuai izin yang disetujui aplikasi Tawakkalna dan aturan masjid lainnya.

Selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Saudi juga menerapkan pengetatan protokol kesehatan ini di seluruh wilayah kerajaan baik tempat terbuka maupun tertutup per hari ini.

Pengetatan protokol kesehatan ini diterapkan menyusul lonjakan infeksi Covid-19 harian di Saudi. Per Rabu (29/12/2021), Saudi mencatat 744 kasus harian Covid-19.

Jumlah itu menjadi rekor tertinggi sejak beberapa bulan terakhir. Sebab, sejak September lalu Saudi berhasil mengendalikan infeksi Covid-19 dengan mencatat infeksi harian di bawah 100 kasus hingga pertengahan Desember. (der/fin)