Klub Sepak Takraw Batik Al-Syaffa Pekalongan Sabet Juara-2 Tingkat Jateng-DIY

oleh -
Klub Sepak Takraw Batik Al Syaffa Pekalongan (kaos merah) meraih juara ke-2 dalam kompetisi Sepak Takraw tingkat Jateng-DIY yang diselenggarakan Minggu (19/12/2021)

PEKALONGAN – Klub sepak takraw Batik Al-Syaffa Pekalongan meraih juara-2 tingkat jateng-DIY dalam kompetisi Liga Sepak Takraw Batik Al-Syaffa-1 yang diadakan Minggu (19/12/2021). Ketua Panitia Liga Sepak Takraw Batik Al Syaffa Bambang Supriyanto, SPd mengatakan, ada 12 klub se Jateng-DIY yang mengikuti kompetisi tersebut.

Keduabelas peserta tersebut adalah, Klub Batik Al Syaffa Pekalongan, Klub Singa Jepara, Klub PP Semarang, Klub PSPG Karangawen Demak, Klub Sekar Langit Demak, Klub Wiji Coffee Wonosobo, Klub PSTT Pekalongan, Klub ST Mony Pemalang, Klub Pripka Purworejo, Klub Merpati Muda Bawang-Batang, Klub dari Bantul dan Klub dari Jogja.

Permainan dilakukan dengan sistem setengah kompetisi dibagi menjadi 4 pool, masing-masing pool tiga klub sampai muncul juara 1 dan runner up tiap klub, tersisa 8 klub. Setelah tinggal 8 klub permainan menggunakan sistem gugur dan tersisa 4 klub untuk masuk ke semi final. Di semi final ini tiap klub bermain 4 kali dan yang mendapatkan poin terbanyak yang akan menjadi juara.

Di final ini akhirnya keluar sebagai juara 1 Klub Singa Jepara, juara 2 Klub Batik Al Syaffa Pekalongan, juara 3 Klub PSPG Karangawen Demak dan juara harapan 1 Klub Wiji Coffee Wonosobo. “Walaupun baru mencapai juara 2 kami sebagai panitia dan tuan rumah sangaat bangga. Ini adalah torehan positif untuk pemicu semangat di even-even yang akan datang. Semoga di even mendatang Batik Al-Syaffa bisa meningkatkan prestasinya lagi,” tutur Bambang.

Adapun tujuan even tersebut adalah mengkampanyekan sepak takraw di tengah-tengah masyarakat. Selama ini sepak boleh jauh lebih populer ketimbang sepak takraw. Memang dari sisi cara bermain, sepak bola jauh lebih mudah ketimbang sepak takraw. Namun kalau ingin berlatih secara serius maka siapapun bisa menjadi atlet sepak takraw.

“Diperlukan skill yang tinggi bagi yang ingin menjadi atlet sepak takraw. Tapi siapapun bisa kalau mau berlatih. Bahkan ketika sudah memiliki skill, akan terlihat lincah dan menarik ketika sudah bermain di lapangan,” tutur Bambang.

Even ini sempat terhenti karena ada kendala PPKM. Padahal sudah direncanakan jauh-jauh hari. Semoga di masa mendatang tidak ada kendala teknis lagi sehingga even-even olahraga bisa berjalan dengan lancar. “Panitia juga berterimakasih kepada Bapak Ali Husein yang sudah mensupport secara penuh even skala Jateng-DIY ini,” tutur Bambang. (sep)