Pertama di Indonesia, Ketua RT di Batang Diikutkan Program BP Jamsostek

by
Bupati Wihaji berfoto bersama Deputi BPJamsostek Jateng dan DIY Cahyaning Indriasari.

Yogyakarta – Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kabupaten Batang saat ini sudah diikutkan menjadi peserta BP Jamsostek. Kebijakan yang diambil oleh Bupati Batang, Wihaji tersebut menjadi yang pertama di Indonesia.

“Semua ketua RT di Kabuparen Batang kita kasih intensif dan sudah menjadi peserta BPJamsostek. Saya kira di Indonesia baru di Batang,” ungkap Bupati Wihaji pada rapat koordinasi dengan BPJamsostek Cabang Batang, yang dihadiri Deputi BPJamsostek Jateng dan DIY, Cahyaning Indriasari di Hotel Gran Rohan Yogyakarta, Jumat (17/12/2021), malam.

Bupati Wihaji menjelaskan, insentif yang diberikan ketua RT sebesar Rp150 ribu perbulan sudah ditetapkan melalui Peraturan Bupati. Dari Rp150 ribu itu, untuk bayar BPJamsostek Rp12.500, lalu yang Rp25 ribu untuk operasional.

“Alhamdulillah sudah pada senang, jumlahnya ada 3.600 RT yang dilindungi BPJamsostek, sedangkan jumlah RT di Kabupaten Batang sendiri ada 4.005 RT. Ini bagian terbaru pelayan kita yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Alokasi Dana Desa (ADD),” jelas Wihaji.

Setelah Ketua RT, Bupati Wihaji juga mewacanakan untuk mengikutkan kepesertaan guru madin dan marbot masjid dalam program BP Jamsostek. Namun masih dihitung karena anggaran banyak, sedangkan APBD mengalami keterbatasan.

“Mengingat APBD kita terbatas, maka lagi dicarikan jalan keluar dengan menggunakan tanggungjawab sosial lingkungan perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Semangat kita ingin memberikan perlindungan kepada pekerja rentan, sehingga ketika bekerja ada kecelakaan hingga berakibat kematian ada harapan dapat santunan. Walaupun yang menerima ahli warisnya,” beber Wihaji.

Wihaji juga menyebut BPJamsostek Cabang Batang telah mencairkan Rp2,1 miliar santunan kematian untuk ketua RT dalam periode waktu 2019 hingga 5 Oktober 2021.

“Potensi kepesertaan BPJamsostek di Batang 10 tahun kedepan sangat luar biasa karena ada Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), sekitar 150 tenaga kerja baru,” lanjut Bupati.

Deputi BPJamsostek Jateng dan DIY Cahyaning Indriasari menyampaikan, BPJamsostek merupakan perlindungan yang paling dasar agar rakyat dapat memenuhi kebutuhan dasar dengan hidup yang layak. Perlindungan bukan saja pada pekerjanya tapi juga keluarganya.

“Jadi rakyat pekerja rentan bisa hidup yang layak, punya kemandirian dan martabat ketika ada resiko sakit dan meninggal dunia atau kecelakaan kerja,” tandas Cahyaning. (don)