Ustaz Yusuf Mansur Dituduh Menipu, UYM: Jika Terbukti, Saya Berhenti jadi Ustaz

by
Ustaz Yusuf Mansur (JawaPos.com)

Penceramah Ustaz Yusuf Mansur (UYM) kembali digugat oleh korban patungan usaha ke Pengadilan Negeri Tangerang.

Dalam gugatan yang dilayangkan para korban pada Kamis (9/12), karena UYM dianggap telah melakukan wanprestasi.

Kuasa hukum para korban, Ichwan Tony mengatakan UYM dinilai tidak menepati janji seperti yang sudah diutarakan di televisi maupun surat sertifikasi.

“Kami berharap nanti proses persidangan bisa berjalan dengan lancar. Apa yang kami lakukan ini bisa dikabulkan majelis hakim,” kata Ichwan

Menurut Tony, ada dua belas orang yang mengaku menjadi korban dari berbagai daerah menempuh jalur hukum untuk meminta uangnya dikembalikan.

Materi gugatan berkaitan dengan janji karena yang bersangkutan itu kan ada bisnis program patungan usaha apartemen dan hotel Siti di Tangerang.

“Namun sampai saat ini tidak ada kejelasan walaupun kami sudah memberikan somasi,” kata Tony.

Oleh karena itu, kata Ichwan, pihaknya memutuskan untuk melakukan upata hukum untuk jalur perdata.

Dalam gugatannya, para korban meminta kepada Majelis Hakim agar UYM mengembalikan uang yang sudah disetorkan.

“Tuntutannya kami minta kerugian baik materiel dan imateriel yang saudara UYM janjikan kepada klien kami,” tuturnya.

Dia menegaskan bahwa para korban memiliki beberapa bukti transfer ke rekening UYM sebagai bentuk patungan usaha. “Penggugat juga memiliki sertifikat,” tuturnya.

Diketahui, kontroversi menghinggapi penceramah UYM setelah muncul tudingan bahwa dirinya melakukan penipuan investasi terhadap para jamaahnya.

UYM juga dituding telah mengambil keuntungan dari para jamaahnya dengan dalih sedekah. Tudingan itu muncul di media sosial, menampilkan ceramah-ceramah lama UYM yang mengajak jamaahnya untuk bersedekah, mengatakan bahwa akan ada keuntungan besar yang bisa didapat dari sedekah tersebut.

Ada pula tayangan yang menampilkan beberapa orang yang berinvestasi dengan UYM, meminta agar uang mereka dikembalikan karena tidak mendapat hasil sesuai dengan kesepakatan. Di bagian lain ada tudingan bahwa UYM mengambil uang sedekah jamaah dari acara-acara ceramahnya.

Terkait tudingan ini, UYM memberikan klarifikasinya, menegaskan bahwa dia sama sekali tidak pernah mengambil uang sedekah jamaah. Dia bahkan menyatakan siap berhenti menjadi ustadz jika terbukti telah mengambil uang sedekah dari acara-acara ceramah tersebut.

“Dari 1999 saya ceramah mengenai sedekah hingga 2021 ini, saya persilahkan teman-teman secara publik, bila ada yang benar-benar saya bawa sedekahnya dari acara (ceramah tentang) sedekah maka ngomong saja. Ada satu saja (yang terbukti) saya berhenti jadi ustaz,” kata UYM.

Menurut UYM, meski nada ceramahnya terdengar seperti menodong atau memaksa jamaah untuk bersedekah, tetapi jamaahnya-lah yang tetap memutuskan untuk bersedekah atau tidak.

UYM mengatakan bahwa dia tidak pernah berkeinginan untuk membalas pihak-pihak yang menudingnya.

Dia juga mengatakan sebagian besar uang yang diinvestasikan kepada usahanya telah dikembalikan kepada para investornya.

“Dari 2.900 orang yang patungan usaha di 2012, itu dengan izin Allah SWT, 2.500 lebih sudah dikembalikan. Sisanya saya tidak tahu apa masalah data dan lain-lain,” jelas UYM.

Dia meminta pihak-pihak yang menudingnya, baik terkait penipuan investasi atau mengambil uang sedekah jamaah, untuk membuktikan tuduhan mereka.

“Sebaiknya adu data di polisi sebab apa saja dibelokkan, apa saja dinarasikan jelek, apa saja diputarbalikkan,” ujarnya. (jpnn/okz/manadopost)