Sungai Meluap, 9 Kelurahan Terendam Banjir

by
TERENDAM - Akibat Sungai Kendal meluap, ribuan rumah di sembilan kelurahan di Kecamatan Kota Kendal terendam banjir.

KENDAL – Debit Sungai Kendal pada Minggu (28/11/2021) mendadak meluap, meski hanya diguyur hujan dengan intensitas curah yang tak terlalu besar. Luapan sungai tersebut membuat ribuan rumah di sembilan kelurahan di Kecamatan Kota Kendal terendam banjir. Bahkan banjir kali ini disebut warga sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Air mulai membanjiri permukiman sejak Minggu dini hari dengan ketinggian bervariasi dari 20-50 sentimeter. Adapun sembilan kelurahan tersebut, yakni Kebondalem, Pegulon, Trompo, Patukangan, Langenharjo, Balok, Ngilir, Bandengan, dan Karangsari.

Warga Pegulon, Munawir mengatakan, air mulai membanjiri rumahnya pada pukul 02.00 WIB. Padahal wilayah Kendal bawah saat itu hanya diguyur hujan ringan-sedang. Akibat banjir membuat aktivitas masyarakat terhambat. “Harapanya pemerintah lebih serius menangani banjir. Ini sudah jadi langganan setiap tahunnya,” katanya.

Warga lain, Nanik menambahkan, banjir tahun ini yang tertinggi dibanding banjir yang melanda dalam beberapa tahun terakhir. Rumahnya kini terendam banjir hingga 20 sentimeter, dari banjir biasanya setinggi 10 sentimeter. “Kami berharap ada solusi atas masalah ini, agar banjir tak terjadi tiap tahunnya,” ujarnya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo mengatakan, petugas masih turun di lapangan untuk mengecek perkembangan banjir. Dengan melihat peta banjir yang ada, aktivitas warga masih bisa berjalan meski terhambat. “Belum ada warga yang mengungsi sedangkan pendirian dapur umum masih dalam tahap pengkajian. Assesmen sementara ada 9 kelurahan di Kecamatan Kota Kendal yang terendam banjir dengan ketinggiar air rata-rata 30 sentimeter,” terangnya.

Menurut Iwan, banjir kali ini disebabkan intensitas hujan cukup deras di wilayah Kendal bagian atas. Terjadi rob Kali Kendal sehingga air sungai melimpas ke permukiman.

“Koordinasi dengan OPD lain sudah dilakukan, termasuk dalam hal pengamatan tanggul-tanggul sungai. Sedang dilakukan assesmen jumlah rumah terdampak agar BPBD bisa memetakan langkah penanggulangannya,” ucap Iwan. (lid)