Banjir Depok Kian Parah, 354 Rumah Terdampak

by
MERATA - Banjir di Desa Depok, Kecamatan Siwalan, hampir merata di seluruh kampung di desa itu.

Warga berharap pemerintah ke depan bisa mencarikan solusi penanganan banjir di Desa Depok. “Karena desa kami berada di wilayah paling rendah. Kadang kalau sudah dapat kiriman air hujan atau kiriman air dari wilayah selatan itu sudah tidak bisa mengalir ke laut lagi karena permukaan lautnya sudah lebih tinggi dari permukaan daratan di sini. Harapan kami bisa dicarikan solusi seperti di Kecamatan Wonokerto yang ada tanggul terus pompa. Kayaknya solusinya memang seperti itu,” ungkap dia.

SAWAH PUSO
Selain kerap menggenangi wilayah pemukiman, banjir dan rob mengakibatkan lahan pertanian di desanya puso sejak tahun 2015. Karena sawah sudah tidak bisa ditanami. Ketinggian airnya sudah setengah meter lebih, sehingga sawah tidak bisa digarap.

“Di Depok dulunya ada 200 hektar lahan pertanian. Dialihfungsikan menjadi tambak 30 hektar. Jadi hampir 170 hektar sawah puso sejak tahun 2015. Yang 170 hektar sementara masih berupa tanah puso atau belum bisa dimanfaatkan,” terang dia.

Disinggung kondisi warga, ia mengaku belum ada keluhan penyakit seperti gatal-gatal dan flu batuk. Karena banjir cukup besar baru tiga hari. Dikatakan, banjir di desanya biasanya butuh waktu lama untuk surut. Tergantung kondisi curah hujan yang memengaruhi debit sungai, dan kondisi pasang surut air laut.

“Sini surutnya tergantung Sungai Sragi Baru. Kalau wilayah selatan tidak hujan dan sungai itu menyesuikan pasang surut air laut maka nanti sedikit demi sedikit air bisa keluar. Keluarnya juga lama si. Sehari semalam paling surutnya 5 cm. Memang arus mengalirnya air ndak kenceng karena permukaan lautnya lebih tinggi,” kata dia. (had)