Banjir Depok Kian Parah, 354 Rumah Terdampak

by
MERATA - Banjir di Desa Depok, Kecamatan Siwalan, hampir merata di seluruh kampung di desa itu.

*19 Ha Tambak Tergenang, 170 Ha Sawah Puso

SIWALAN – Banjir yang melanda Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, kian parah. Pasalnya, kondisi daratan lebih rendah dari permukaan air laut.

Kepala Desa Depok, Hadi Suwitno, Rabu (24/11/2021), mengatakan, banjir cukup besar sudah menggenangi hampir semua wilayah di desanya dalam tiga hari ini. Ia menyebut, ketinggian air kemarin justru kian meninggi sekitar 2 cm – 3 cm. Ketinggian genangan banjir di desanya antara 15 cm – 50 cm.

“Kondisi banjir tambah tinggi. Ketinggian air di jalan antara 15 cm hingga 50 cm. Satu kampung hampir merata. Banjir lebih tinggi dari kemarin, karena ketambahan hujan dari wilayah selatan,” kata dia.

Beruntung, kemarin hujan tak mengguyur wilayah itu, sehingga ketinggian air tidak terlalu tinggi.

Disebutkan, rumah penduduk yang terdampak banjir ada 354 rumah. Dengan 435 kepala keluarga (KK) atau 879 jiwa. Di dalam rumah, ketinggian air antara 5 cm – 20 cm. Ratusan rumah yang terdampak banjir ini tersebar di tiga pedukuhan, yakni di Dukuh Babadan, Bogor, dan Dukuh Kedung Inten.

Tambak seluas 19 hektar dengan budidaya ikan bandeng berumur dua bulan juga tergenang banjir. Akibatnya banyak bandeng yang tersapu air. Menurutnya, banjir di Desa Depok akibat luapan Sungai Kapidodo (Sungai Kangkung) dan Sungai Sragi Baru.

“Banjir meluapnya dari utara. Air ke muara, masuk ke saluran-saluran tambak terus berbelok ke selatan. Memang sudah ada tanggul tapi kecil untuk menahan rob. Saat musim hujan sungai banjir, air tetap di atas tanggul,” terang dia.