Pergerakan Tanah Kian Parah, Warga Wonosari Mulai Cemas

oleh -
RUSAK PARAH - Akibat tanah gerak, jalan poros desa di Desa Trajumas, Kecamatan Kandangserang ambles sepanjang 125 meter dengan kedalaman 1,5 meter.

Untuk antisipasi, warga sudah diminta waspada dan mengamankan diri. “Kalau hujan, yang wilayah atas sudah mulai ngungsi. Mengungsi ke lokasi yang aman. Biasanya di tempat saudaranya,” katanya.

Ditambahkan, tanah gerak di desanya sudah pernah terjadi pada tahun 2012. “Itu parah sampai ada relokasi. Nah yang ini kali kedua,” imbuh dia.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo dihubungi usai meninjau lokasi tanah gerak di desa itu, kemarin sore, menyatakan, kondisi di lokasi masih terjadi tanah gerak. Belum berhenti. Sehingga kerusakan jalannya tambah parah.

“Perkembangan tanah geraknya kelihatan. Pertama retaknya sedikit. Terus tambah, terus tambah kayak gitu. Kejadian di lokasinya berkembang. Ndak langsung parah. Jadi kan kelihatan (masih ada gerakan tanah, red),” kata Budi.

Dampak sementara yang terganggu untuk lalu lintas warga satu pedukuhan, yakni warga Dukuh Wonosari. Untuk kendaraan tidak bisa lewat. “Untuk kendaraan roda dua masih bisa walaupun agak susah. Roda empat sama sekali tidak bisa. Jalan sepanjang 125 meter ambles. Ada jalan alternatif, motor bisa lewat,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, lanjut Budi, pihaknya imbau masyarakat untuk selalu waspada karena tanah masih terus bergerak. “Ini masih musim hujan. Kita mohon untuk disampaikan kepada masyarakat untuk waspada,” tandas dia.

Untuk penanganan jalan yang rusak masih menunggu pergerakan tanahnya berhenti.