Pergerakan Tanah Kian Parah, Warga Wonosari Mulai Cemas

oleh -
RUSAK PARAH - Akibat tanah gerak, jalan poros desa di Desa Trajumas, Kecamatan Kandangserang ambles sepanjang 125 meter dengan kedalaman 1,5 meter.

Dikatakan, akibat tanah gerak itu jalan poros desa yang menghubungkan Trajumas melalui Dukuh Wonosari ke Bodas rusak parah. Menurutnya, tanah gerak pernah terjadi pada tahun 2012. Kala itu 20-an rumah warga Dukuh Batursari rusak, sehingga puluhan warga setempat direlokasi ke Dukuh Wonosari.

“Batursari itu dulu sebelum ada bencana. Setelah ada relokasi karena relokasinya di ‘wono’ akhirnya diganti Wonosari. Dulu tahun 2012 ada 20-an rumah rusak dan warga direlokasi. Untuk jumlah kepala keluarga di Wonosari saat ini ada 63 KK,” terang Rido.

Ia bersyukur tanah gerak saat ini belum merusak rumah warga. Harapannya hal itu tak terjadi. Namun rasa was-was tetap ada, karena hingga kemarin tanah masih terus bergerak. Menurutnya, tanah gerak skala besar di desanya biasanya terjadi pada periode 8 tahunan sekali. Setiap musim hujan sendiri kerap terjadi tanah gerak, namun skala kecil. “Kita berharap dipasang EWS (Early Warning Sistem) juga. Untuk antisipasi,” kata dia.

Sekretaris Desa Trajumas, Jaelani, menerangkan, tanah gerak di desanya sudah terjadi sejak Kamis (18/11/2021). Hingga Senin (22/11/2021) kemarin, tanah masih terus bergerak. “Itu dari hari Kamis sudah mulai ada pergerakan. Kemudian setiap harinya ada perkembangan tambah parah. Dan ini sudah parah banget,” terang dia.

Dampaknya, kata dia, lahan pertanian rusak. Selain itu, akses jalan menuju Desa Bodas rusak parah.
“Itu jalan poros desa. Itu rusak parah. Ada warga satu dukuh yakni Wonosari aksesnya lewat situ. Ini sudah tidak bisa dilalui. Itu jalan ambles dalamnya sekitar 1,5 meter,” jelas Jaelani.

Untuk rumah penduduk, lanjut dia, belum terdampak. Ada retak-retak kecil tapi di jalan depan rumah.