Derby Pekalongan Berakhir Tanpa Pemenang

by
MENYERANG - Tim pemain Persekap Kabupaten Pekalongan tengah menyerang ke gawang Persip Pekalongan.

KAJEN – Laga pertama Derby Pekalongan antara Persekap Kabupaten Pekalongan dan Persip Pekalongan di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, Senin (22/11/2021) kemarin harus berakhir tanpa pemenang. Sampai akhir pertandingan kedua tim bertahan dengan skor 1-1.

Pertandingan yang disaksikan langsung oleh Plt Ketua Asprov PSSI Jateng, Yoyo Suwi, itu merupakan laga perdana di babak 10 besar Liga 3 Jawa Tengah. Dalam laga dimulai pukul 13.00 wib itu, Persekap sebetulnya unggul lebih dulu melalui aksi sundulan center back-nya, Ayub Abdul Aziz di menit 58. Namun menjelang akhir babak kedua, tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang dicetak Addiel Setyawan di menit 87.

Laga derby ini sebetulnya berlangsung cukup menghibur. Kedua kesebelasan main dengan intensitas tinggi, jual beli serangan pun berlangsung selama pertandingan. Meski berstatus tim tamu, Persekap mampu tampil menjanjikan dengan skema serangan yang cukup merepotkan barisan pertanan tuan rumah. Namun tuan rumah Persip yang dilatih Alexander Saununu juga tak mau kalah dalam memberikan pressure ke tim tamu. Bahkan, mereka praktis unggul penguasaan bola di babak pertama.

Secara keseluruhan kedua tim tampil menyerang hingga sejumlah peluang berhasil diciptakan. Tendangan bebas yang dilakukan pemain Persip, Rifal, hanya mengenai mistar gawang. Kemudian striker andalan Persekap, Yanuar Baihaqi melalui tendangan kerasnya juga nyaris menjebol gawang lawan.

Setelah jeda pertandingan dengan hasil masih 0-0, baik Persekap maupun Persip Pekalongan kembali saling bertukar serangan. Menit ke 57, Persekap yang dilatih M Hasan mendapatkan tendangan penjuru yang berkahir dengan gol. Pemain pilarnya, Ayub yang berpostur tinggi dari belakang langsung maju hingga ke kotak pinalti untuk membantu saat tendangan penjuru. Usahanya tak sia-sia, begitu bola mengarah ke dirinya langsung disambut sundulan kepala yang diarahkan ke sudut kiri gawang lawan dan kiper tak bisa menjangakau dengan baik.