Dua Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemkab Batang Dilukir

by

BATANG – Tepat empat tahun enam bulan masa jabatannya, Bupati Batang, Wihaji kembali melakukan mutasi pejabat. Kali ada dua pejabat setingkat eselon II atau pejabat tinggi pratama yang dilukir atau berganti posisi.

Kedua pejabat itu adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarkat Desa (Dispermades) Agung Wisnu Barata, bertukar posisi denga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Badan (Kesbangpol), Rusmanto.

Pelantikan kedua pejabat tersebut dilakukan bersamaan dengan sejumlah pejabat lainnya, baik struktural eselon 3 dan 4 serta pengawas yang di adakan di pendopo kantor bupati, Senin (22/11/2021).

Jumlah pejabat yang dilantik ada 125 orang, dengan kategori pejabat pengawas 108 orang dan 17 orang pejabat administratif.

Bupati Wihaji dalam sambutannya usai pelantikan menjelaskan, tukar jabatan setingkat pejabat tinggi pratama dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja. Sedangkan untuk pejabat struktural, dilakukan guna penyegaran dan juga memenuhi kebutuhan jalannya pemerintahan. Disisi lain, ada juga pejabat yang dilantik guna menyesuaikan nomenklatur yang baru.

“Pejabat yang dilukir ini hasil evaluasi, setiap instansi kita berhak melakukan evaluasi. Hasil evaluasi kita tempatkan yang menurut kita pas. Saya kira itu biasa saja, karena para ASN itu ditempatkan dimana saja siap,” ungkap Bupati Wihaji.

Selain kedua pejabat tersebut, Bupati juga melantik Ulul Azmi yang semula menduduki eselon III sebagai Kepala Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD). Sesuai nomenklatur baru, sekarang promosi jabatan menjadi eselon II dengan jabatan yang sama.

Pada acara yang juga dihadiri Wakil Bupati Batang, Suyono dan Ketua DPRD, Maulana Yusuf itu, juga ikut dilantik dr M Ali Balki  yang dipercaya untuk menjabat sebagai Direktur RSUD Kalisari Batang. Sedangkan untuk Direktur RSUD Limpung masih dijabat dr Ani Rusdiani. 

“Perombakan jabatan merupakan hal yang wajar. Semuanya dalam rangka perbaikan pelayanan dan cita-cita melayani masyarakat. Dan saya minta pejabat yang baru dilantik bisa bekerja dengan sebaik mungkin sesuai tugas dan kewajibannya,” tandas Wihaji. (don)