UMK Naik Rp15 Ribu, Buruh Pasrah

by
RAPAT PENGUPAHAN - Dalam rapat dewan pengupahan, UMK Kabupaten Pekalongan tahun depan disepakati naik sekitar Rp 15 ribu.

“Kebutuhan saat pandemi ini kami minta dimasukan sampai pandemi ini selesai, padahal pandemi ini kan belum jelas selesainya kapan. Kami kemarin minta kepada Gubernur agar kenaikan upah kabupaten/kota dinaikkan 10 sampai 16 persen,” kata dia.

Dikatakan, poin untuk penghitungan UMK tahun 2021 ini adalah jumlah anggota rumah tangga yang bekerja di Kabupaten Pekalongan, pendapatan rata-rata perkeluarga di Kabupaten Pekalongan, ditambah inflasi atau tingkat pertumbuhan ekonomi. “Jadi agak ribet. Ketemunya ya sekitar ndak sampai 2 persenan. Itu datanya dari BPS semua,” ujar dia.

Dikatakan, jika mengacu PP Nomor 36 kenaikannya tidak sampai 2%. Itu berarti kebutuhan buruh selama pandemi seperti masker, handsanitizer, dan lainnya belum dihitung. “Belum kenaikan-kenaikan harga yang hari ini belum disurvei lagi,” kata dia.

Ditambahkan, jika kenaikan upah hanya sekitar Rp 30 ribu maka tidak akan mencukupi kebutuhan riil di lapangan. “UMK itu untuk buruh lajang atau belum berkeluarga. Aturannya. Tapi realitanya kan dipakai yang sudah berkeluarga. Buruh punya istri dan anak. Jadi sangat minim sekali,” imbuh dia. (had)