UMK Naik Rp15 Ribu, Buruh Pasrah

by
RAPAT PENGUPAHAN - Dalam rapat dewan pengupahan, UMK Kabupaten Pekalongan tahun depan disepakati naik sekitar Rp 15 ribu.

Sebelumnya diberitakan, Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Pekalongan mengusulkan kenaikan upah di Kota Santri sebesar 10 persen hingga 16 persen. Usulan kenaikan upah itu dengan mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan saat pandemi seperti kebutuhan membeli masker, handsanitizer, dan lainnya.

Ketua DPC SPN Kabupaten Pekalongan Ali Sholeh, Kamis (18/11/2021), mengatakan, besaran kenaikan upah tahun 2021 akan dibahas di rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Pekalongan, Jumat (19/11/2021), di Balai Latihan Kerja Kajen. Menurutnya, penentuan upah tahun 2021 yang akan diberlakukan di tahun 2022 menggunakan aturan baru. Yakni PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Dengan dasar PP ini ternyata setelah kita hitung-hitung ndak ada 2 persen kenaikannya untuk Kabupaten Pekalongan. Artinya paling ndak sampai Rp 30 ribu kenaikannya,” kata dia, seraya menyebut upah tahun kemarin Rp 2.084.000.

“Seminggu yang lalu kita sudah ketemu Gubernur Jawa Tengah. Kita audiensi. Kita meminta kebijakan Gubernur agar kebutuhan di masa pandemi dihitung,” kata dia.

Disebutkan, selama pandemi buruh harus beli masker dan itu tidak ditanggung oleh perusahaan maupun komponen upah. Handsanitizer pun, kata dia, setiap bulan buruh wajib menganggarkannya. Demikian pula untuk sabun cair, vitamin, dan pulsa atau kuota untuk daring juga di luar komponen upah. Belum lagi kenaikan air hingga 50%.