Buruh Usul Kenaikan Upah 16%

by

*Kebutuhan Selama Pandemi Minta Dihitung

KAJEN – Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Pekalongan mengusulkan kenaikan upah di Kota Santri sebesar 16 persen. Usulan kenaikan upah itu dengan mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan saat pandemi seperti kebutuhan membeli masker, handsanitizer, dan lainnya.

Ketua DPC SPN Kabupaten Pekalongan Ali Sholeh, Kamis (18/11/2021), mengatakan, besaran kenaikan upah tahun 2021 akan dibahas di rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Pekalongan, Jumat (19/11/2021) hari ini, di Balai Latihan Kerja Kajen. Menurutnya, penentuan upah tahun 2021 yang akan diberlakukan di tahun 2022 menggunakan aturan baru. Yakni PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Dengan dasar PP ini ternyata setelah kita hitung-hitung ndak ada 2 persen kenaikannya untuk Kabupaten Pekalongan. Artinya paling ndak sampai Rp 30 ribu kenaikannya,” kata dia, seraya menyebut upah kemarin Rp 2.084.000. “Seminggu yang lalu kita sudah ketemu Gubernur Jawa Tengah. Kita audiensi. Kita meminta kebijakan Gubernur agar kebutuhan di masa pandemi dihitung,” kata dia.

Disebutkan, selama pandemi buruh harus beli masker dan itu tidak ditanggung oleh perusahaan maupun komponen upah. Handsanitizer pun, kata dia, setiap bulan buruh wajib menganggarkannya. Demikian pula untuk sabun cair, vitamin, dan pulsa atau kuota untuk daring juga di luar komponen upah. Belum lagi kenaikan air hingga 50%.

“Kebutuhan saat pandemi ini kami minta dimasukan sampai pandemi ini selesai, padahal pandemi ini kan belum jelas selesainya kapan. Kami kemarin minta kepada Gubernur agar kenaikan upah kabupaten/kota dinaikkan 10 sampai 16 persen,” kata dia.