Pemkab Klaim Telah Perbaiki 411 Km Jalan

by
Nursito, Kepala DPUPR Batang

*2022 Targetkan 80% dalam Kondisi Baik

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang mengklaim telah mampu menyelesaikan perbaikan infrastruktur jalan di 103 titik ruas jalan dengan total panjang mencapai 411 kilometer. Di mana jumlah itu setara dengan 74 persen dari total jalan yang ada di Kabupaten Batang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Nursito mengatakan, dari jumlah itu maka panjang jalan yang rusak tersisa sekitar 141 kilometer dari total 552 kilometer.

“Angka itu setara 26 persen dari seluruh panjang jalan kabupaten. Sementara target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Batang adalah 84 persen. Maka, sesuai arahan Pak Bupati, tahun 2022 kami menargetkan 80 persen jalan sudah diperbaiki atau dalam keadaan baik. Kami optimistis angka itu tercapai di akhir tahun 2022,” ujarnya, kemarin.

Nursito menyebut, beberapa ruas jalan memiliki nilai besar dalam pengerjaan, seperti Jalan Perintis Kemerdekaan, Tulis-Batiombo, dan Tulis-Pecalungan. “Jalan Perintis Kemerdekaan di Kecamatan Batang sepanjang 1,8 kilometer mendapatkan alokasi Rp 6,7 miliar. Peningkatan jalan Tulis-Batiombo sepanjang 6 kilometer dengan anggaran mencapai Rp 9,2 miliar. Peningkatan jalan Tulis-Pecalungan dikerjakan sepanjang 8,06 kilometer dengan nilai anggaran mencapai Rp 7 miliar,” ujarnya.

Tahun depan, kata Nursito, beberapa prasarana jalan masih menjadi prioritas Pemkab Batang, karena kondisinya rusak parah. Seperti jalur Plelen-Kedawung, Kedawung-Banyuputih, Subah-Selokerto, Bandar-Limpung, Tersono-Bawang, Tersono-Timbang, dan Tersono-Sangubanyu.“Untuk Bandar-Gerlang kami belum bisa bicara pasti, karena kita alokasikan di Banprov, termasuk juga jalan Tulis-Bandar,” terangnya.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPR Batang, Endro Suryono menambahkan, anggaran peningkatan jalan tahun ini Rp 42 miliar. Pihaknya memastikan, pada 2022 Kabupaten Batang mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) peningkatan jalan sebesa Rp 32 miliar. “Rinciannya DAK penugasan senilai Rp 10 miliar dan DAK Reguler Rp 21 miliar. Angka itu jauh lebih besar dari DAK 2021 yaitu Rp 25 miliar,” tandasnya. (fel)