Urus Layanan Publik Wajib Vaksin

by
TERUS DIGEMPUR - Pemkab Pekalongan bersama TNI/Polri terus menggempur percepatan vaksinasi Covid-19.

Ia melihat di kabupaten lain ketersediaan vaksinnya kurang tapi animonya besar. Di Kabupaten Pekalongan itu justru terbalik. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat perlu didorong lagi.

“Didorong untuk disadarkan oleh semua komponen masyarakat, baik aparat pemerintah dalam hal ini pak camat, pak kades, selaku satgascam maupun satgas desa terus mendorong kewajiban vaksin ini. Karena memang itu adalah benteng terakhir setelah kita melaksanakan prokes,” tandas dia.

“Bayangkan dengan adanya varian baru di negara-negara maju di Amerika, Eropa, sudah gelombang tiga. Mereka sudah divaksin, pada praktiknya tetap tembus di varian baru. Maka benteng terakhir ini yang sudah vaksin itu mengurangi risiko keparahan dan risiko kematian jika terpapar virus corona,” ujarnya.

Masyarakat itu perlu diberi pengertian untuk menjaga diri sendiri dan keluarga yang dicintai untuk tidak ketularan virus corona. Dengan kultur juragan, masyarakat Kabupaten Pekalongan mobilitasnya tinggi. Tidak hanya antar kabupaten, antar pulau, bahkan banyak juragan batik, jins, dan lainnya yang bepergian ke luar negeri.

“Di Kabupaten Pekalongan juga sempat muncul kasus usai pulang dari Afrika Selatan. Ternyata membawa virus. Mereka sudah sembuh saat ini.

Mobilitas warga Pekalongan bisa dibilang tinggi. Kabupaten Pekalongan kulturnya juragan. Bisnisnya banyak yang melanglang dunia. Juragan batik, jins, dan sebagainya sangat banyak di kita ini. Maka sangat rawan apabila mobilitasnya tinggi itu. Dia mungkin ndak sadar kena, tapi keluarganya yang belum vaksin ini yang bahaya,” tandas dia.

Disebutkan, ada 10 kecamatan yang cakupan vaksinasinya cukup rendah. Untuk lansianya yang harusnya sudah 40 persen, ada yang baru 9 persen, atau 10 persen.