Awas Bencana Tanah Gerak!

oleh -
PANTAU TANAH GERAK - Babinsa dan Babinkamtibmas memantau kondisi tanah gerak di Dukuh Karyamukti, Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang.

“Upaya (sederhana), jika ditemukan adanya retakan tanah harus segera ditutup agar air tidak langsung masuk ke dalam tanah,” ungkapnya.

Pj Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso, dihubungi, kemarin, menyatakan, pemkab sudah gelar pasukan kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Pekalongan. Itu tindak lanjut dari rakor kesiapsiagaan bencana di pemda.

“Kesiapsiagaan dari sisi SDM untuk penanggulangan kita siap digerakkan on call 1 x 24 jam,” kata dia.

Dari sisi sarana prasarana, walaupun diakuinya masih ada keterbatasan siap digerakkan. Koordinasi dengan pihak lain yang miliki peralatan lebih juga dilakukan. Seperti dengan provinsi dan daerah tetangga.

Berdasarkan database Radar, bencana tanah gerak juga terjadi pada musim hujan tahun 2020. Meskipun skalanya masih kecil.

Sejumlah rumah dan bangunan musala di Dukuh Karyamukti saat itu mengalami retak-retak akibat tanah di desa itu amblas, Rabu (16/1/2020).

Jalan desa di dukuh itu longsor sepanjang 13 meter, dan jalan amblas sepanjang 15 meter dengan kedalaman 2 meter. Rumah Lutfi Asrori kala itu retak dengan panjang 10 meter dan kedalaman 30 cm, serta musala retak sepanjang 9 meter. (had)