Awas Bencana Tanah Gerak!

oleh -
PANTAU TANAH GERAK - Babinsa dan Babinkamtibmas memantau kondisi tanah gerak di Dukuh Karyamukti, Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang.

Jariyah menyebut, bencana tanah bergerak tersebut, diakuinya terjadi hampir setiap tahun sekali. Bahkan, sebagai antisipasinya di wilayah itu dipasang EWS (Early Warning System) oleh BPBD Provinsi Jawa Tengah.

“Tanah bergerak setiap tahun. Ada EWS sebagai peringatan dini ke warga. EWS dipasang oleh propinsi (BPBD). Kalau alarm berbunyi warga tidak begitu panik karena setiap hari berbunyi sih,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang ESDM Wilayah Serayu Utara, Suhardi, dihubungi terpisah, menjelaskan, salah satu faktor pemicu adanya gerakan tanah, yakni curah hujan ekstrem (hujan deras berlangsung lama).

“Faktor penyebab selain curah hujan ekstrem, antara lain, material penyusunnya berupa pelapukan batuan yg bersifat gembur sehingga ketika jenuh air pada kondisi kemiringan terjal, maka tanah akan cenderung bergerak,” jelas Suhardi.

Selain itu, menurutnya, tanah bergerak tersebut disebabkan adanya bidang gelincir (berupa batuan kedap air) dan infiltrasi air permukaan ke bawah areal permukiman yang berada pada lokasi yang miring/perbukitan serta adanya alih fungsi lahan (hutan) yang berakar kuat menjadi areal persawahan atau tegalan.

“Itu kan memang karena curah hujan ekstrem, kemudian tanah di bawahnya impermeabel sehingga membentuk bidang gelincir, kemudian tanah di atas bidang tersebut jenuh (mengandung banyak air). Ditambah lagi di sekitar lokasi tersebut tidak ada vegetasi yang menahannya, sehingga beban berat itu akhirnya bergerak,” terang dia.

Menurutnya, potensi gerakan tanah di Kecamatan Kandangserang berdasarkan penelitian Badan Geologi termasuk dalam klasifiksi menengah-tinggi.