Berharap Situs Kepurbakalaan Batang Makin Terawat

by
PENDATAAN - Petugas BPCB Jateng bersama Komunitas Batang We dan Disdikbud Batang tengah melakukan pendataan salah satu situs kepurbakalaan di Batang.

*Ratusan BCB Segera Diregistrasi
 
BATANG – Komunitas sejarah dan budaya di Kabupaten Batang berharap besar agar potensi benda cagar budaya yang melimpah di Kabupaten Batang bisa semakin terawat. Harapan ini seiring proses pendataan yang tengah dilakukan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang serta Komunitas Batang We terhadap ratusan situs kepurbakalaan Batang, sehingga seluruhnya bisa masuk ke dalam Sistem Registrasi Nasional (Sisregnas).

Proses pendataan dilakukan selama sepekan, 12-19 November, menyasar sejumlah arca yang tersimpan di Disdikbud Batang maupun langsung di lokasi penemuannya.

Arkeolog BPCB Jateng, Winarto mengatakan, pemerintah mengharuskan benda-benda cagar budaya teregistrasi, yang diawali dengan pencatatan dan pendaftaran.

“Kami sudah melakukan pendataan terhadap Prasasti Sojomerto, Arca Ganesha dan Nandi. Sebagian sudah ada di Siregnas Cagar Budaya, yang segera bermigrasi ke Data Pokok Kebudayaan (Dapobud),” ungkapnya saat melakukan pendataan pada Arca Ganesha di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Batang, Selasa (16/11/2021).

Ia mengatakan, dikarenakan hingga kini BPCB belum memiliki data lengkap benda cagar budaya di Kabupaten Batang, tentang berapa ukuran, letaknya dan visualisasi yang sesuai kaidah foto cagar budaya, maka tim bersama Disdikbud dan pemerhati sejarah melakukan pendataan di Kabupaten Batang.