Masyarakat Diminta Waspadai Fenomena La Nina yang Diprediksi akan Terjadi Akhir Tahun

by -
BPBD Kabupaten Batang menggelar simulasi Water Rescue di perairan Pantai Sigandu.

Batang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang meminta masyarakat untuk mewaspadai dampak dari fenomena La Nina yang diprediksi akan datang lebih cepat. Salah satunya curah hujan yang meningkat dengan intensitas cukup tinggi.

“Sesuai prediksi BMKG, fenomena La Nina akan terjadi pada akhir tahun 2021. Fenomena La Nina tahun ini lebih maju 1 dasarian, awalnya akan terjadi di awal musim pada bulan Januari, tetapi prediksi kali ini di akhir tahun,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi, disela-sela pelatihan gabungan Water Rescue (Penyelamatan di Air) untuk mengantisipasi jika ada kecelakaan di laut pada musim penghujan di Pantai Sigandu Kabupaten Batang, Senin (15/11/2021).

Ulul Azmi menjelaskan, fenomena La Nina merupakan fenomena mendinginnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur hingga melewati batas normalnya. Kondisi tersebut berpengaruh pada sirkulasi udara global yang mengakibatkan udara lembab mengalir kuat dari Samudra Pasifik ke arah Indonesia.

“Kejadian La Nina 2020 dari hasil kajian BMKG menunjukkan bahwa curah hujan mengalami peningkatan pada November-Januari, terutama di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTT, Kalimantan bagian selatan, dan Sulawesi bagian selatan. Untuk La Nina tahun ini, diprediksi relatif sama dan akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20-70 persen di atas normalnya,” jelas Ulul.

Dengan adanya prediksi dari BMKG tersebut,, masyarakat Kabupaten Batang diharapkan untuk waspada adanya bencana pada musim penghujan sebagai dampak dari curah hujan rendah hingga tinggi bersamaan dengan angin dan petir. “Masyarakat harus mewaspadai setiap kemungkinan terjadinya bencana. Dan kami dari BPBD bersama TNI-Polri serta relawan, telah melakukan berbagai persiapan guna mengantispasi bila terjadi bencana di wilayah Kabupaten Batang,” tandas Ulul Azmi.

Sementara itu, Simulasi Water Rescue diikuti 50 personil gabungan seperti dari BPBD Kabupaten Batang, Polres Batang, Brimob, TNI AL, PSC 119, dan Relawan PMI Batang. Pelatihan dilakukan seolah-olah ada kejadian kapal kebakaran di tengah laut pada musim penghujan ini. Jadi scenarionya nanti kapal yang mengalami kebakaran akan menandai dengan api dan asap membumbung di atas kapal. Kemudian kapten kapal memberitahu ke Polairud dan Pelabuhan.

Polairud langsung menghubungi BPBD Kabupaten Batang dan disebarkan lagi informasinya seluruh stakeholder terkait. Pada situasi itu kapal yang terbakar memerintahkan anak buah untuk menurunkan sekoci dalam kondisi terbalik dan tadi juga ada adegan membalikkan sekocinya.

Kalau kejadian berada di tengah laut, BPBD Kabupaten Batang akan berkoordinasi dengan Basarnas untuk melakukan operasi bersama. (don)