Elektabilitas Ganjar Makin Menggila, Prabowo Dilibas, Anies Makin Keok

by
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Repro

Elektabilitas Ganjar Pranowo sebagai kandidat capres di Pilpres 2024 mendatang makin tak terbendung.

Bahkan, elektabilitas Ganjar Pranowo sudah mampu melibas Prabowo Subianto yang selama ini sangat perkasa nangkring di rangking teratas.

Kali ini, elektabilitas Ganjar Pranowo berada di angka 20,4 persen.

Akan tetapi, Ganjar Pranowo hanya unggul tipis atas Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Sosok yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI tersebut memiliki elektabilitas sebesar 20,4 persen.

Dengan raihan itu, Prabowo Subianto digusur Ganjar Pranowo yang kini berada di puncak urutan teratas.

Itu sebagaimana hasil survei terbaru Development Technology Strategy (DTS), yang dirilis Minggu (14/11/2021).

Sementara, elektabilitas Anies Baswedan yang selama ini selalu diunggul-unggulkan justru jeblok dan tak berdaya.

Meski berada di urutan ketiga, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta itu berada di angka 16,6 persen.

Di bawah tiga nama itu, terdapat nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menperkeraf Sandiaga Uno.

Kemudian Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Sayangnya, tiga nama itu memiliki elektabilitas di bawah 10 persen.

Itu merupakan hasil simulasi yang memunculkan 21 nama kandidat capres.

“Prabowo dan Ganjar bersaing ketat, 20,2 persen dan 20,4 persen, sedangkan Anies di bawah 16,6 persen,” ujar Direktur Eksekutif DTS Ainul Huda.

Hasil pun tak berubah saat dilakukan sejumlah simulasi. Mulai dari 10 kandidat, tujuh kandidat sampai tiga kandidat sekalipun.

Nama Ganjar Pranowo tetap menjadi yang teratas.

“Dari tujuh saya ambil top tiga. Ada Ganjar, Prabowo dan Anies. Ganjar ada yang dukungan paling tinggi, diikuti Prabowo dan terakhir Anies Baswedan,” bebernya.

Ainul mengungkap, berdasarkan geografis pemilih, Ganjar didominasi pemilih dari Pulau Jawa.

Sedangkan Prabowo banyak mendapat dukungan dari luar Pulau Jawa.

Untuk diketahui, survei DTS ini dilakukan di 29 provinsi dengan melibatkan sebanyak 2.046.

Survei dilakukan selama periode minggu pertama hingga pekan ketiga Oktober 2021.

Metode survei yang digunakan yaitu sampling acak bertingkat atau multistage random sampling dengan margin of error 2,17 persen. (ruh/pojoksatu)