Tebing Longsor Timpa Rumah Warga, Dua Dukuh di Gembong Rawan Longsor

by

KANDANGSERANG – Ratusan jiwa di dua pedukuhan di Desa Gembong, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan was-was dengan ancaman tanah gerak dan longsor saat musim penghujan. Pasalnya, perkampungan di wilayah pegunungan ini berada di perbukitan dengan bentuk pemukiman warga tampak seperti terasiring.

Di awal musim penghujan ini, longsor telah terjadi di Dukuh Karisan di desa itu. Rumah milik Rohyani di RT 11 RW 6 Dukuh Karisan, Desa Gembong, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, tertimpa material tebing yang longsor.

Danramil Kandangserang Lettu Infanteri Jumarno, kemarin, mengatakan, kejadian ini terjadi pada hari Sabtu (13/11/2021), sekitar pukul 20.30 WIB.

Diterangkan, tebing yang longsor ini setinggi 4 meter dan lebar 5 meter. Menurutnya, longsor terjadi karena intensitas hujan di wilayah tersebut tinggi.

“Dua hari di daerah tersebut diguyur hujan, sehingga terjadi longsor. Alhamdulillah, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Tim gabungan dari TNI, Polri, perangkat desa, dan masyarakat setempat gotong-royong membersihkan material longsor.

“Minggu pagi kami telah melakukan kerja bakti bersama warga untuk membersihkan material longsoran,” kata dia.

Jumarno mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap gejala-gejala tanah longsor.

“Memang wilayah Kandangserang rata-rata rawan longsor. Desa yang paling rawan yaitu Desa Klesem, Bodas, Gembong, dan Desa Trajumas.
Perangkat Desa Gembong, Dahiri, mengatakan, longsor terjadi di Dukuh Karisan pada Sabtu malam. Saat itu hujan deras mengguyur wilayah atas tersebut. Talud pengaman rumah longsor. Material longsor menimpa rumah di bawahnya. Di atas tebing ada rumah milik Hasan, dan di bawah tebing ada rumah milik Jin,” kata dia.

Dikatakan, wilayah Gembong memang rawan longsor. Utamanya di Dukuh Karisan dan Kerikil.

“Di Karisan itu sudah beberapa tahun ini ada bencana. Dukuh Karisan dan Kerikil memang rawan tanah gerak,” ungkap dia.

Menurutnya, selama musim hujan warga merasa was-was terjadi bencana longsor atau tanah gerak. “Yang jelas setiap turun hujan, warga ndak lali turu lah,” katanya.

Ditambahkan, di Dukuh Karisan ada 160 rumah. Di Dukuh Kerikil sendiri ada 135 rumah. “Kondisi kampung di sini kan kayak terasiring,” imbuhnya. (had)