Kepala BNPT Ajak Ulama Isi Sosmed dengan Dakwah Berisi Pesan Kebaikan

by
MAULID - Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar hadir dalam acara puncak peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW yang digelar Kanzus Sholawat dengan khodimul maulid Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Minggu (14/11/2021). Wahyu Hidayat

KOTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Dr Drs Boy Rafli Amar MH bersilaturahmi dengan Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya sekaligus menghadiri acara puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H/2021 M di Gedung Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Minggu (14/11/2021).

Dalam kunjungannya ke Kota Pekalongan, Kepala BNPT turut didampingi oleh Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Pol Ibnu Suhaendra SIK beserta pejabat BNPT lainnya.

Kehadiran Kepala BNPT di kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi yang baik antara umara dan ulama dalam rangka pembangunan umat dan bangsa Indonesia terutama terkait misi dakwah mengisi ruang sosial media atau media sosial (medsos) dengan konten kebaikan. Sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pencegahan terorisme, BNPT melibatkan ulama dalam rangka mereduksi penyebaran paham radikal yang rentan menyasar generasi muda.

Dalam sambutannya di acara Maulid Akbar tersebut, Kepala BNPT mengingatkan kita semua untuk terus waspada dalam menghadapi fenomena-fenomena yang berkembang dewasa ini, yang tentunya ada pengaruh tidak saja dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri.

Terutama, menyangkut dengan medsos. Jenderal polisi bintang tiga ini menyebutkan dari penduduk Indonesia yang berjumlah 263 juta jiwa, 202 juta diantaranya adalah pengguna internet. Dari jumlah pengguna internet sebanyak itu, 80 persennya adalah pengguna medsos.

“Sekitar 60 persen pengguna medsos adalah anak-anak muda, generasi milenial dan generasi Z. Mari kita selamatkan anak-anak muda kita agar jangan sampai mudah menerima ajakan-ajakam tentang ilmu yang menyesatkan dan yang mengadu domba diantara kita, yang memecah belah bangsa kita,” katanya.

“Oleh karena itu kami berharap media sosial harus diisi dengan dakwah-dakwah
kebaikan bahwa kita, umat Islam, adalah Islam yang washathiyah, yang moderat, yang juga bisa menyadari keteladanan umat Islam di tengah umat lainnya,” sambung Komjen Boy Rafli.

Dia juga mengungkapkan bahwa konten-konten di medsos sangat strategis, bisa disampaikan dari luar negeri. Kemudian diterima oleh masyarakat kita yang mana konten tersebut kadang-kadang langsung dipercaya begitu saja tanpa dicerna terlebih dahulu, padahal isinya adalah hal-hal yang sifatnya kemudharatan.

“Oleh karena itu kami dari unsur-unsur pemerintah mengingatkan pada semua pihak, masi gunakan medsos untuk kepentingan yang baik, kita gunakan untuk menyampaikan informasi dakwah untuk pencerahan kepada umat,” imbuhnya.

Boy Rafli juga mengajak seluruh komponen masyarakat, baik ulama maupun umara untuk berlomba-lomba mencari kebaikan dalam merawat kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah didapatkan melalui jasa para pahlawan, termasuk jasa para alim ulama.

Puncak acara Peringatan Maulid Nabi yang digelar Kanzus Sholawat dengan khadimul maulid Habib Luthfi ini dihadiri ribuan jemaah dari Kota Pekalongan dan luar Kota Pekalongan. Kegiatan ini merupakan acara puncak dari serangkaian kegiatan peringatan Maulidurrasul yang telah digelar sebelumnya. Beberapa kegiatan yang telah digelar diantaranya Nikah Maulid, Kirab Merah Putih, Apel Merah Putih dan Ikrar NKRI, Rotibul Kubro, Khataman Qur’an, dan Manaqib. (way)