Peras Wanita Pengendara Motor, Bripka PS Nyaris Diamuk Massa

by
Oknum polisi diduga palak wanita di Medan nyaris dihajar massa. Pojoksatu

Diduga memalak seorang wanita yang tak membawa kelengkapan surat kendaraan, oknum polisi berinisial Bripka P habis ‘dipermak’ warga.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang polisi tengah dikerumuni warga. Sesekali, warga membentak-bentak polisi tersebut.

Polisi yang mengenakan helm hitam itu pun terlihat ketakutan dan terus mencoba memberikan penjelasan kepada warga,

Sementara, sejumlah warga lainnya sudah memegangi polisi itu untuk menahan agar tidak kabur.

Kepada polisi tersebut, warga mempertanyakan kartu anggota kepolisian.

Meski berusaha memberikan penjelasan, tapi warga sudah kadung emosi.

Dalam video itu, polisi tersebut menyatakan bertugas di Polsek Delitua.

Situasi makin panas saat warga meneriaki polisi itu sebagai polisi gadungan. Polisi itu kemudian ditarik-tarik dan dianiaya warga.

Kabar oknum polisi ‘dipermak’ warga itu dibenarkan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi.

Hadi menyebut, oknum polisi dimassa warga itu kini tengah diperiksa oleh Bidpropam Polrestabes Medan.

Hadi menjelaskan, peristiwa itu bermula Bripka P melihat seorang wanita mengendarai motor dari arah USU menuju Jalan Setia Budi.

“Setibanya lewat simpang Kolam Renang Selayang, pengendara langsung diberhentikan,” terangnya, Jumat (12/11/2021).

Kepada wanita tersebut, Bripka P menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan.

Karena mendapati wanita itu tak memiliki SIM, Bripka P kemudian memintai uang.

Tapi aksi oknum polisi ini diketahui warga yang menduga Bripka P adalah polisi gadungan.

Itu lantaran saat kejadian, Bripka P mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) I tanpa pangkat.

Beruntung peristiwa itu diketahui personel Polsek Sunggal.

Bripka P dan seorang pengendara berinsial NW kemudian dibawa ke Polsek Sunggal untuk dimintai keterangannya.

“Terhadap Bripka P telah dilakukan pemeriksaan urine dengan hasil negatif,” tandas Hadi.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Panca Putra Simanjutak mengatakan Bripka PS terancam pidana.

“Proses hukumnya juga tidak hanya disiplin, tetapi kode etik, termasuk pidana. Saya minta itu prosesnya segera dituntaskan,” katanya usai mengecek pemeriksaan Bripka PS di Mapolrestabes Medan, Jumat malam.

Panca menyebut bahwa yang bersangkutan saat ini sudah ditahan di dalam sel khusus di Mapolrestabes Medan.

“Saya datang ini dan melihat dia sudah ditempatkan di dalam sel, tempat khusus,” ujarnya.

Panca mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan tindakan tegas terhadap oknum polisi yang melakukan pelanggaran, terlebih yang merugikan masyarakat dan mencoreng institusi kepolisian.

“Masih banyak anggota Polri yang baik yang bekerja pagi, siang, dan malam melayani masyarakat. Kalau anggota seperti ini yang mencederai nama baik organisasi, harus kami kasih tindakan tegas,” ujarnya. (pojoksatu/ant/jpnn)