Duh, 5.000 Dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca Kedaluwarsa

by
Ilustrasi. Petugas kesehatan mengambil cairan vaksin Covid-19. Foto: ANTARA/Kornelis Kaha

Kabar kurang nyaman dari datang Dinas Kesehatan dan Pencatatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Kesehatan dan Pencatatan Sipil dr. Mese Ataupah melaporkan, setidaknya 5.000 dosis vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca jatah Provinsi NTT sudah kedaluwarsa.

Jumlah sebanyak itu adalah bagian dari 110.000 dosis vaksin covid-19 buatan AstraZeneca untuk Provinsi NTT yang harus dihabiskan pada akhir Oktober 2021.

“Ada sekitar 110.000 dosis vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca yang dikirim ke kita, karena memang provinsi lain menolak untuk untuk menerima vaksin itu,” kata dr. Mese Ataupah.

Karena ditolak provinsi lain, Dinas Kesehatan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTT memutuskan untuk langsung menerima pasokan vaksin tersebut.

Dasarnya, saat itu Provinsi NTT kekurangan stok vaksin Covid-19.

Pasokan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca kiriman dari Kementerian Kesehatan kemudian didistribusikan ke kabupaten dan kota di NTT.

Masalahnya di tengah jalan, ada beberapa kabupaten yang menolak pasokan vaksin tersebut karena khawatir tidak bisa menghabiskannya sebelum masa berlaku habis.

“Mereka khawatir jika tidak habis dan sayang kalau dibuang-buang karena tak terpakai lagi,” kata dr.Mese Ataupah lagi.

Menurutnya, sekitar 90 persen dari 110.000 dosis vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca kiriman Kementerian Kesehatan sudah digunakan sebelum masa berlaku habis.

Saat ini, dari total 3 juta warga yang menjadi sasaran di Provinsi NTT, 46 persen sudah menerima suntikan vaksin. (antara/lia/JPNN)