Kejari Kabupaten Pekalongan Musnahkan BB 36 Perkara Inkcraht

by

Didominasi Kasus Narkoba

Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Kamis (11/11/2021) melakukan pemusnahan Barang Bukti (BB) sebanyak 36 Perkara yang telah Inkcraht (Mempunyai kekuatan hukum tetap). Pemusnahan BB didominasi kasus Narkoba dilakukan dengan cara dibakar.

Pemusnahan BB 36 perkara dari Narkoba sebanyak 15 dikenakan undang-undang psikotropika. Kemudian undang-undang kesehatan sebanyak 4 perkara, undang-undang Perlindungan Anak sebanyak satu, pencurian 7 perkara, tindak pidana perjudian dan perkara jabatan dua, serta penipuan sebanyak 2.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dipimpin langsung oleh Kajari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas, diikuti oleh Kapolres Pekalongan AKBP Dr Arief Fajar Satria, Perwakilan BNN, Perbankan, Dinas Kesehatan, Dinperindagkop dan lainya.

Kajari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas menyampaikan pemusnahan barang bukti merupakan akumulasi Mei- Oktober 2021. Adapun saat ini ada sebanyak 36 perkara di antaranya yang paling banyak narkotika sebanyak 15 perkara. Kemudian penipuan dan pencurian.

“Karena sesuai peruntukannya kalau Narkoba kan jelas harus dimusnahkan, kemudian yang penipuan ada alat yang digunakan seperti ATM. Selain itu alat-alat yang dipergunakan untuk kejahatan, ” katanya.

Sedangkan untuk para tersangka dilakukan penuntutan dengan variasi karena seperti narkoba rata-rata di atas 4 tahun. Kalau pencurian ada tingkat kesalahan.

“Untuk pemusnahan barang bukti dilakukan tidak mesti dalam setahun paling tidak dua kali. Namun misalkan Barang bukti sudah banyak kita lakukan pemusnahan biasanya dalam setahun dua kali atau minimal 1 kali kita lakukan, ” imbuhnya.

Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria menyampaikan dengan adanya pemusnahan BB didominasi kasus Narkoba membuktikan peran aktif petugas dalam peananhan mafia narkoba. Khususnya juga terkait dengan peredaran obat-obat terlarang.

“Jadi ada kategori antara narkotika dan Psikotropika, kebanyakan psikotropika. Peredaran obat-obat terlarang yang kita lakukan pengungkapan terakhir ini, kita sudah diserahkan di tingkat Kejaksaan, “imbuhnya.(yon)