Dua Pelajar SMA Berbuat Terlarang, Setelah Hamil Lakukan Aborsi dan Mayat Janin Dikubur di Halaman Rumah

by
Kapolres Batang memint keterangan RP, palajar SMA yang bersama kekasihnya telah berbuat nekat dengan melakukan aborsi.

BATANG – Sepasang pelajar yang masih duduk di bangku SMA, diamankan oleh Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batang. Keduanya ditangkap setelah diduga melakukan aborsi terhadap janin berusia lima bulan yang masih dalam kandungan.

Ironisnya lagi, dari penuturan salah seorang tersangka, janin dalam kandungan tersebut merupakan hasil hubungan layaknya suami istri yang mereka lakukan di toilet sekolah.

Kapolres Batang AKBP M Irwan Susanto menjelaskan, kedua tersangka yang diamankan adalah RP (18) warga Kecamatan Bawang dan EL (17) warga Kecamatan Limpung. “Kedua tersangka masih berstatus sebagai pelajar. Salah satunya masih dalam perawatan medis, karena baru melahirkan,” ungkapnya dalam pers rilis yang digelar di Mapolres setempat, Rabu (10/11/2021).

Kapolres menjelaskan, kasus itu sendiri bermula pada Senin 8 November 2021 lalu. Waktu itu kedua pelaku datang ke praktek dokter untuk memeriksakan kondisi EL yang mengeluh sakit perut. Dari hasil pemeriksaan awal, ternyata EL membutuhkan perawatan lebih lanjut, sehingga dirujuk ke puskesmas Bawang.

Setelah dilakukan pemeriksaan di puskesmas, diketahui bahwa EL diketahui tengah hamil. Bahkan kandungan dia tengah kontraksi dan akan melahirkan.

Pada malam harinya, EL terlihat masuk kamar mandi. Setelah sekitar 20 menit dan sempat diketok-ketok, ternyata dia keluar dalam kondisi lemas serta mengalani pendarahan, sedangkan perutnya sendiri sudah mengempis.

“Pada bidan puskesmas EL mengaku setelah BAB sempat mengeluarkan gumpalan darah. Dan pada keesokan harinya, karena merasa curiga jika EL sudah melahirkan, maka pihak puskesmas berkoordinasi dengan pihak Polsek Bawang. Hasilnya, EL mengakui bahwa dia sudah melahirkan,” jelas Kapolres didampingi Wakapolres.

Pada petugas, EL mengaku jika janin yang dilahirkannya dikeluarkan melalui lobang angin kamar mandi dan kemudian diambil oleh RP untuk selanjutnya dibawa pulang dan dikubur di halaman rumahnya sekira pukul 23.00 wib agar tidak ada warga yang melihat.

“Pelaku juga mengakui jika dirinya dempat minum obat yang dibeli secara online, dan diduga kuat itu adalah obat untuk aborsi. Akibat perbuatanya itu, kedua tersangka dijerat dengan Undang Undang perlindungan anak dan juga KUHP,” tandas AKBP Irwan Susanto. (don)