Percepat Pembangunan Kawasan Industri, Pemkab Ngawi Belajar ke Batang

by
Bupati Wihaji mengajak Bupati Ngawi untuk melihat Command Canter Pemkab Batang.

BATANG – Untuk mempercepat pembangunan Kawasan Industri yang ada di daerahnya, Bupati Ngawi bersama jajajarnya belajar ke Kabupaten Batang. Pasalnya, meskipun lebih dulu ditetapkan sebagai Proyek Strategi Nasional (PSN), namun pengembangan kawasan industri disana kalah cepat dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Jawa Tengah.

“Meskipun penerapan PSN lebih dulu kawasan industri Ngawi, ternyata lebih cepat yang di Batang. Kita melihat percepatan KIT Batang sangat luar biasa, maka kita pingin belajar ke Batang untuk mengetahui strateginya seperti apa, mekanisme dan administrasinya,” ungkap Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, usai bertemu Bupati Batang Wihaji beserta jajarannya di pendopo pemkab, Kamis (03/11/2021).

Bupati Ngawi menjelaskan, selain pembangunan infrastruktur sudah dimulai, pihaknya juga melihat Bupati Batang sudah memetakan peluang-peluang terkait kawasan industri 4.300 hektar dengan menyiapkan dokumen dan masyarakatnya. Sehingga masyarakat maupun Pemkab mendapat manfaat dengan keberadaan kawasan industri tersebut.

“Kawasan industri di Kabupaten Ngawi tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019 sebagai PSN. Luasanya 1. 200 hektar dan akan terintegrasi industri olah pangan dengan tanaman pangan dan padat karya. Target Pak Presiden Joko Widodo, Ngawi menjadi kawasan industri tematik, namun saat ini baru tahapan pembebasan lahan milik Perhutani,” jelas Ony Anwar Harsono.

Bupati Ony Anwar Harsono juga menyebut, kawasan industri Ngawi mengalami keterlambatan karena adanya pandemi Covid-19. Namun untuk di Batang tetap berjalan dengan percepatan yang ada, bahkan infrastruktur penunjangnya sudah mulai dibangun.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji mengatakan kehadiran Bupati Ngawi, karena memiliki semangat yang sama untuk berbagi informasi untuk kemajuan kawasan industri.

“Ngawi masih proses menuju kawasan industri, sedangkan kita sudah terlaksana walaupun PSN nya lebih dulu Kabupaten Ngawi. Sehingga kita saling support. Pada intinya cipta lapangan kerja sesuai perintah Pak Presiden untuk percontohan daerah lain,” kata Bupati Wihaji.

Wihaji pun mempersilahkan Pemkab Ngawi untuk meniru strategi kepemilikan saham 10% di KITB. Terpenting daerah jangan sampai hanya ketempatan dan jadi penonton saja.

“Semangat kita memiliki saham 10% di KITB agar Pemkab dilibatkan untuk meningkatkan kesejahteraan, jangan sampai rakyat dan Pemkab hanya jadi penonton,” lanjut Wihaji.

Bupati Wihaji juga mempersilahkan Pemkab Ngawi untuk meniru konsep yang ada di Batang. Namun dalam pelaksanaannya nanti tergantung inovasi Kabupaten Ngawi, karena masing-masing daerah inovasinya berbeda. Tapi semangatnya tetap sama yaitu Pemkab dan masyarakatnya terlibat di kawasan industri.

“Pemkab memiliki positioning dengan kewenangan untuk saling support di kawasan industri. Hal ini bertujuan untuk keberpihakan dan memberikan nilai manfaat kepada rakyat dalam meningkatkan kesejahteraan,” pungkas Wihaji. (don)