Mbandel, Usaha Jins Wash Ditutup

oleh -
PENUTUPAN USAHA JINS WASH - Satpol PP Kabupaten Pekalongan melakukan penutupan tempat usaha jins wash di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, kemarin.

WONOPRINGGO – Usaha jins wash milik Abdul Karim di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, ditutup sementara oleh Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Rabu (3/11/2021). Pasalnya, limbah usahanya dibuang ke sungai, sehingga mencemari lingkungan.

Penutupan usaha ini dilakukan Satpol PP didampingi jajaran Dinas Perkim LH dan pihak Muspika Wonopringgo. Namun pada saat petugas datang, pengusaha meminta toleransi karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Pengusaha meminta waktu tiga minggu untuk menyelesaikan pekerjaannya itu. Akhirnya disepakati bersama, pengusaha diberi waktu tiga minggu untuk menyelesaikan pekerjaannya. Selama tiga minggu masa toleransi itu, limbah usaha tidak boleh dibuang ke sungai. Limbah yang dihasilkan akan disedot oleh mobil tangki limbah milik Dinas Perkim LH Kabupaten Pekalongan.

Camat Kedungwuni, Tuti Haryati, dikonfirmasi, membenarkan adanya penutupan usaha jins wash yang dilakukan oleh Satpol PP bersama timnya. “Itu kan karena aduan warga. Ada SP (surat peringatan) 1,2,3. Ada satu usaha jins wash yang ditutup,” kata Tuti.

Disinggung upaya pembinaan dari pihak kecamatan, ia menyatakan, pihak kecamatan (Muspika) ikut aktif memberikan pembinaan kepada pengusaha, baik berkaitan dengan perizinan maupun pengelolaan limbahnya.

Pihak kecamatan juga hadir untuk memediasi antara warga dengan pengusaha jika ada persoalan, sehingga kondusivitas wilayah tetap terjaga.

“Buang limbah agar sesuai ketentuan. Yang belum berizin agar ngurus perizinannya. Bentuk pembinaannya seperti itu. Ranah eksekusi, ranah SP 1, 2,3 itu ranah dinas terkait,” ujarnya.