Wisata Mangrove Terbangun

by -
TELUSURI HUTAN MANGROVE - Masyarakat menelusuri hutan mangrove di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Bencana banjir dan rob hampir menenggelamkan wilayah Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto di pesisir Kabupaten Pekalongan. Puluhan hektar sawah dan tambak di desa itu terdampak banjir rob, sehingga tidak lagi produktif.

Petani dan petambak pun kehilangan mata pencaharian pokoknya. Mereka akhirnya kerja apapun untuk bisa bertahan hidup. Ada yang jadi kuli bangunan, buruh pabrik, berjualan, dan lainnya.

Pandemi Covid-19 ikut memperkeruh perekonomian warga setempat. Para pemuda pun bergerak di tengah sulitnya kondisi perekonomian saat ini. Mereka merintis hutan mangrove di desa itu sebagai kawasan wisata Taman Mangrove Mulyo Asri. Alam terjaga, perekonomian warga diharapkan ikut terangkat dengan pengembangan pariwisata di desa itu.

Ketua Kelompok Tani Banawa Sekar, Muhammad Ridho, Selasa (2/11/2021), mengatakan, Desa Mulyorejo langganan banjir rob. Rob mulai masuk di desa itu sekitar tahun 2010, dan terparah pada tahun 2013 hingga 2014. Hampir 80 persen daerah itu terdampak banjir dan rob. Sawah dan tambak pun banyak terbengkelai karena tidak lagi produktif.

Pada tahun 2012, kata dia, ada upaya pencegahan abrasi dan land subsidence (penurunan muka tanah) oleh Dinas Kehutanan dengan kegiatan penanaman mangrove melalui program Kebun Bibit Rakyat (KBR). Di tahun 2021 juga ada program serupa untuk menangani permasalahan alam di Desa Mulyorejo.

“Tanaman pada tahun 2012 itu kan sudah tinggi dan besar. Daerah Mulyorejo sendiri hampir keseluruhan atau sekitar 80 persen hingga 90 persennya itu terkena air. Jadi seperti danau. Melihat kondisi seperti itu dan ada tinggalan dari KBR tahun 2012 ternyata ada potensi di situ untuk dikembangkan menjadi wisata mangrove,” kata dia.