Waspadai Banjir Air Bah di Lokasi Wisata Sungai

by -
BANJIR BAH: Masyarakat dan pengelola destinasi wisata air diimbau mewaspadai banjir air bah di sungai saat musim penghujan.

*Paska 2 Remaja Tersapu Banjir Sungai Welo, 1 Meninggal
*Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Buat Surat Edaran

KAJEN – Destinasi wisata air yang mengandalkan potensi alam sungai di Kabupaten Pekalongan banyak bermunculan. Pada musim penghujan, pengelola wisata air dan para pengunjung diimbau untuk mewaspadai datangnya banjir bah atau banjir kiriman dari hulu.

Pasalnya, banjir di sungai itu bisa mengancam keselamatan jiwa karena sapuan banjir bandang yang besar. Meskipun jago berenang akan sulit menghadapi arus banjir kiriman tersebut. Seperti yang dialami seorang remaja dari Kelurahan Klego, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Mirza (15). Saat asik bermain bersama teman-temannya di Sungai Welo di objek wisata Tapak Menjangan di Desa/Kecamatan Doro, remaja ini tersapu banjir bah, Minggu (31/10/2021) petang. Satu temannya bernama Arif Samsudin (16), warga Klego, yang juga tersapu banjir bah sungai itu bisa diselamatkan warga.

Korban Mirza ditemukan sudah tak bernyawa pada Minggu malam, sekitar pukul 23.30 WIB. Korban ditemukan berjarak 4 Km dari lokasi hanyut. Tubuh korban ditemukan terjepit batu di sekitar Bendungan Simbang, Desa Kalimojosari, Kecamatan Doro.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Bambang Irianto, dikonfirmasi Senin (1/11/2021), mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembinaan secara rutin kepada pengelola wisata air. Ia juga meluruskan jika Sungai Welo di Tapak Menjangan merupakan sungai bebas, atau bukan objek wisata.

“Untuk wisata air kita sudah melakukan pembinaan secara rutin. Tidak musim penghujan pun untuk wisata air yang dikelola masyarakat, desa, atau pokdarwis, dilakukan pembinaan.

Khususnya di wilayah Petungkriyono ada objek wisata Welo Asri dan Black Canyon. Secara rutin kita melakukan pembinaan. Memasang petugas itu harus. Pengunjung harus pakai pelampung. Meskipun di lapangan terkadang pengunjung ndak taat tapi kita SOP-nya seperti itu,” kata dia.