Nekad Edarkan Heximer, Pemuda Diciduk

by

KAJEN – Lantaran nekad menjadi pengedar obat terlarang jenis Heximer, RK alias Tongky (22) asal Kecamatan Bojong diringkus anggota Sat Narkoba Polres Pekalongan, Minggu (24/10/2021). Tersangka diamankan bersama sejumlah barang bukti di Jalan Raya Pekarangan Kedungwuni.

Penangkapan RK sendiri berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan anggota. Bermula pada pada hari Jum’at (22/10/2021) anggota mendapatkan informasi, kemudian di tindaklanjuti dengan penyelelidikan.

Alhasil sekira pukul 15.30 Wib personel Sat Res Narkoba berhasil mengamankan seorang pemuda yang dianggap mencurigakan di tepi Jl. Raya Pekajangan Kecamatan Kedungwuni.

Saat dimintai mengeluarkan identitas serta barang bawaanya, petugas mendapati satu paket obat Hexymer terbungkus plastik transparan isi 3 butir di dalam saku Sweater sebelah kanan. Setelah diminta keterangan lebih lanjut petugas memperoleh keterangan bahwa obat tersebut ia beli dari RK Alias Tongky.

Saat itu juga petugas bergerak dan melakukan penangkapan terhadap RK Alias Tongky yang berada di depan rumahnya dan RK sendiri diketahui masih menyimpan 27 Paket obat Hexymer. Saat itu juga RK Alias Tongky beserta barang bukti langsung di bawa ke Polres Pekalongan untuk dilakukan Penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria, melalui Kasat Narkoba AKP Hozali, membenarkan atas penangkapan tersebut.

“Ya benar sekira pukul 17.00 Wib personel Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan berhasil menangkap seorang pemuda yang diduga menjadi pengedar obat-obatan terlarang jenis Hexymer. Adapun Hexymer termasuk dalam psikotropika golongan IV yang peredarannya memerlukan resep dokter,” ujar AKP Hozali, Minggu (24/10/2021).

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Primer Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) subsider Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan yang telah di rubah dengan Pasal 60 angka 10 Undang – undang no. 11 tahun 2020 ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Kasi Humas Ipda Heru Santoso menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran narkoba.

“Narkoba merupakan musuh kita bersama, untuk itu mari kita jaga lingkungan kita dari bahayanya peredaran narkoba ini. Dan buat seluruh masyarakat jika ada yang mengetahui peredaran narkoba di wilayahnya masing-masing tolong agar dilaporkan ke Bhabinkamtibmasnya atau Polsek terdekat,” ujar Ipda Heru. (Yon)